• Login
  • Register
Radarcybernusantara.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum dan Kriminal
    • Sosial dan Budaya
    • Politik
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Pembangunan
    • Kesehatan
    • Pariwisata
  • Otomotif
    • Mobil
  • International
  • Olahraga
  • Chanel RadarCyber
    • Youtube
  • Arsip
    • Download
    • Polling
      • Gubernur
  • Lampung
    • Kota Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Utara
    • Lampung Timur
    • Lampung Tengah
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Pesawaran
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Tulang Bawang
  • Pembiayaan
  • Home
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum dan Kriminal
    • Sosial dan Budaya
    • Politik
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Pembangunan
    • Kesehatan
    • Pariwisata
  • Otomotif
    • Mobil
  • International
  • Olahraga
  • Chanel RadarCyber
    • Youtube
  • Arsip
    • Download
    • Polling
      • Gubernur
  • Lampung
    • Kota Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Utara
    • Lampung Timur
    • Lampung Tengah
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Pesawaran
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Tulang Bawang
  • Pembiayaan
No Result
View All Result
Radarcybernusantara.com
Home Polling Gubernur

Apakah Banjir Hanya di Jadikan Dagangan Politik Saat Pilkada

Admin RCN by Admin RCN
24 April 2025
in Gubernur, Kota Bandar Lampung, Lampung, Pembangunan, Pembiayaan, Ragam, Sosial dan Budaya
0
Apakah Banjir Hanya di Jadikan Dagangan Politik Saat Pilkada
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on EmailShare on Twitter

Oleh : Pinnur Selalau

Bencana banjir telah menjadi langganan kota ini beberapa waktu terakhir ini.
Tak terhitung korban material seperti kerusakan rumah, jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya serta kerugian immaterial seperti trauma, stres, depresi, kecemasan bahkan kematian.

Tahun ini saja, yang baru beberapa bulan berjalan sudah beberapa korban jiwa yang meninggal dunia akibat bencana banjir, belum lagi kerugian materi yang dialami oleh masyarakat akibat musibah banjir.

Seluruh kota merasakan dampak banjir yang sangat mengerikan. Meski demikian, dalam perspektif sosiologis, ketidakmerataan distribusi risiko lingkungan menyebabkan mereka yang tergolong rentan secara ekonomi merasakan dampak terbesar dari bencana banjir.

Baca Selanjutnya

SPMB SMA/SMK Lampung Dibuka 4 Juni 2025, Berikut Keterangan Kadisdikbud Lampung

Ombudsman Lampung berikan Tindakan Korektif kepada Kepala Kampung Jaya Sakti dan Bupati Lampung Tengah

Audensi KPU dan Bawaslu Bersama Kapolres Lampung Selatan di Aula GWL Polres Lampung Selatan

Kelompok rentan ini umumnya hanya dapat mengakses perumahan di lahan marjinal, bermukim di dataran rendah, bantaran sungai, sekitar pembuangan sampah bahkan dekat muara sungai.

Kondisi mereka diperburuk oleh kurangnya akses informasi, minimnya infrastruktur dasar, keterbatasan sumber daya dan lemahnya jejaring sosial dan komunikasi ke pusat-pusat kekuasaan.

Dari pengamatan penulis ditemukan bahwa penyebab banjir di Kota Bandar Lampung adalah akibat rusaknya sistem drainase, rusaknya hutan di sebagian pinggiran kota Bandar Lampung sebagai penyangga dan resapan air akibat maraknya tambang ilegal, perencanaan tata ruang wilayah yang semrawut, curah hujan ekstrim, minimnya ruang terbuka hijau, pendangkalan kanal-kanal dalam kota serta tata kelola persampahan yang amburadul.

Mengetahui penyebab dominannya berkaitan dengan prilaku manusia (man-made flood), masih relevankah menyalahkan alam atau pihak lainnya ketika setiap tahun terjadi bencana banjir yang menyebabkan bencana kemanusiaan yang tak terperikan?

Sebagai sebuah institusi politik yang strategis apa peran pemerintah kota dalam mengatasi masalah banjir? Apa kontribusi masyarakat dalam membantu pemerintah dalam mitigasi banjir?

Penulis menelusuri jejak pemberitaan bencana banjir di kota Bandar Lampung sejak tahun 2019, dimana Eva Dwiana (ED) untuk pertama kalinya dilantik sebagai Wali Kota Bandar Lampung.

Selama hampir dua periode memimpin, semua dapat menyaksikan bahwa ED telah gagal mengatasi banjir sesuai dengan janji politik nya saat kampanye pencalonan dirinya sebagai Walikota Bandar Lampung pada tahun 2019 yang lalu.

Di kesempatan debat kandidat cawakot pada tahapan pilwalkot saat itu, ED berseloroh akan “memengkolkan” kali/ sungai sebagai janji kepada warga yang dapat mengatasi persoalan banjir di kota Bandar Lampung.

Namun seloroh atau janji politiknya tersebut hingga usai masa jabatan periode pertama (2019-2024) tidak ada yang terealisasi hingga memasuki masa jabatan untuk periode yang kedua. Pertanyaannya, apakah banjir hanya akan menjadi dagangan politik..?

Pada kepemimpinannya periode ke dua ini, ED kembali berwacana untuk membangun kereta gantung, setelah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menelan biaya puluhan miliar, dan menurut beberapa pengamat bahwa pembangunan JPO tersebut tidak ada urgensi nya sama sekali bagi masyarakat kota Bandar Lampung.

Secara implisit ED mendeklarasikan kegagalannya dan pada saat bersamaan menebar pesimisme terhadap masalah banjir yang mustahil diselesaikan.

Pernyataan pesimis, sembrono dan merendahkan dari seorang pemimpin yang sudah lima tahun memimpin kota Bandar Lampung tersebut membuat banyak orang mencibir dan meragukan kualitas kepemimpinan dari ED.

Dalam karya seminalnya, “What Makes a Leader” yang diterbitkan di Harvard Business Review (HBR 2004), Psikolog Daniel Goleman menegaskan bahwa sering kali pemimpin ideal itu digambarkan sebagai orang yang cerdas, tegas, dan visioner, sebagaimana gambaran tradisional seorang pemimpin.

Menurut Goleman, keahlian dan kecerdasan demikian tidaklah cukup untuk menjadi pemimpin yang baik.

Satu elemen penting yang terlupakan dari kualitas seorang pemimpin yang sangat esensial dalam membawa transformasi positif yaitu kecerdasan emotional (emotional intelligence).

Di dalam buku dengan judul yang sama, Goleman mengurai elemen dasar yang menopang kecerdasan emosional; self-awareness, self-management, social awareness dan relationship management.

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan krusial baik untuk mengenali, memahami dan mengatur emosi diri sendiri maupun mengenali dan memahami dampak emosi tersebut kepada orang lain.

Dalam praktik sehari-hari, kecerdasan emosional akan membuat kita waspada akan dorongan emosional yang dapat berpengaruh terhadap sikap dan prilaku orang lain baik secara positif maupun negatif.

Kecerdasan ini menurut Goleman akan sangat membantu seorang pemimpin baik dalam memberi maupun menerima masukan, memenuhi target kinerja, menghadapi hubungan sosial yang kompleks, tidak memiliki sumber daya yang memadai, memimpin dalam perubahan dan bangkit dari kegagalan.

Jadi siapa pun yang jadi pemimpin, ketika berada dalam tekanan, gagal memberi solusi terhadap masalah krusial kemudian menyalahkan orang lain, menebar pesimisme, merendahkan orang lain adalah pemimpin yang tidak memiliki kecerdasan emosional.

Di berbagai peristiwa banjir, unsur masyarakat paling sering jadi sasaran perundungan, terutama mereka yang bermukim di daerah-daerah kumuh perkotaan, atau beberapa perusahaan yang justru dijadikan kambing hitam untuk menutupi kegagalan pemerintah dalam mengelola lingkungan dan menata ruang.

Mereka dianggap menjadi bagian tak terpisahkan dari kompleksitas penanganan sampah, drainase, aliran sungai, tata kelola kanal dan penataan permukiman.

Kota secara hegemonik dikendalikan dan dibangun oleh pemilik kapital, aktor negara, arsitek, perencana kota dan memproduksi ruang yang oleh Henri Lefebvre disebut sebagai ruang yang dikonsepsikan (conceived space).

Dalam pengertian ini, produksi ruang baik secara spasial maupun sosial erat kaitannya dengan perkembangan “mode of production” masyarakat moderen, dimana produksi pengetahuan tentang ruang adalah refleksi atas relasi keduanya.

Lefebvre menegaskan bahwa konstruksi atas ruang merupakan nafas dari kapitalisme dimana ruang adalah sesuatu yang sama eksisnya dengan komoditas. Ruang sosial adalah produk sosial yang nyata.

Konsep Hak atas kota (right to the city) kemudian menemukan relevansinya dalam pelibatan masyarakat dalam penangan banjir di kota Bandar Lampung.

Hak atas kota bukan berarti hak semua warga untuk hidup dan mengokupasi ruang di wilayah perkotaan.

Ia merupakan hak untuk mendapatkan kualitas hidup yang layak, hak yang berusaha mengklaim kembali sentralitas kota sebagai katalisator kesetaraan melalui revitalisasi ruang publik serta mendorong partisipasi warga di setiap proses pengambilan keputusan.

Proses ini tentu melibatkan pengorganisasian warga secara aktif melalui gerakan bersama untuk mengakhiri segregasi spasial yang diskriminatif, mengakomodasi pluralitas dan mengkahiri pemanfaatan ruang yang semata untuk kepentingan kapitalistik yang menegasi keseimbangan ekologi, sosial dan kultural.

Sampai kapankah masyarakat kota Bandar Lampung ini akan terlepas dan terbebas dari momok yang bernama (Banjir) yang mengancam keselamatan jiwa dan kehilangan harta benda disaat musim penghujan tiba.

Semoga Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung dapat menemukan solusi dan melakukan reaksi nyata untuk membuat masyarakat hidup nyaman dan aman dan terbebas dari bayang-bayang Banjir saat musim hujan tiba, sebab hujan merupakan Berkah dari sang Pencipta, tapi jangan sampai Berkah tersebut justru menjadi Musibah. (**)

Editor: Melly Epriyanti S.H.
Author : RadarCyberNusantara.Id.

 

Dilihat: 16

Terkait

Tags: Bandar LampungbanjirbpbdDLHOpiniperkimwali kota

Related Posts

SPMB SMA/SMK Lampung Dibuka 4 Juni 2025, Berikut Keterangan Kadisdikbud Lampung
Kota Bandar Lampung

SPMB SMA/SMK Lampung Dibuka 4 Juni 2025, Berikut Keterangan Kadisdikbud Lampung

14 Mei 2025
1
Ombudsman Lampung berikan Tindakan Korektif kepada Kepala Kampung Jaya Sakti dan Bupati Lampung Tengah
Lampung

Ombudsman Lampung berikan Tindakan Korektif kepada Kepala Kampung Jaya Sakti dan Bupati Lampung Tengah

14 Mei 2025
1
Audensi KPU dan Bawaslu Bersama Kapolres Lampung Selatan di Aula GWL Polres Lampung Selatan
Lampung

Audensi KPU dan Bawaslu Bersama Kapolres Lampung Selatan di Aula GWL Polres Lampung Selatan

14 Mei 2025
1
Persani Lampung Gelar Musyawarah Provinsi 2025, Purnama Wulan Sari Terpilih Sebagai Ketua Baru
Gubernur

Persani Lampung Gelar Musyawarah Provinsi 2025, Purnama Wulan Sari Terpilih Sebagai Ketua Baru

14 Mei 2025
1
Ketua PMI Provinsi Lampung Apresiasi Semangat Kemanusiaan Mahasiswa Unila
Kota Bandar Lampung

Ketua PMI Provinsi Lampung Apresiasi Semangat Kemanusiaan Mahasiswa Unila

14 Mei 2025
1
Pemprov Lampung Tuntaskan Ribuan Ijazah Tertahan Lewat Program Tim Grebek Ijazah
Kota Bandar Lampung

Pemprov Lampung Tuntaskan Ribuan Ijazah Tertahan Lewat Program Tim Grebek Ijazah

14 Mei 2025
1
Ops Pekat Krakatau 2025, Polsek Baradatu Amankan Puluhan Miras Saat Razia di Tiuh Balak Baradatu
Lampung

Ops Pekat Krakatau 2025, Polsek Baradatu Amankan Puluhan Miras Saat Razia di Tiuh Balak Baradatu

14 Mei 2025
1
Bhabinkamtibmas dan warga Amankan Pelaku Pencurian di Desa Agom
Hukum dan Kriminal

Bhabinkamtibmas dan warga Amankan Pelaku Pencurian di Desa Agom

14 Mei 2025
1
Polda Lampung Lakukan Risk Assessment Jelang Debat Publik Calon Kepala Daerah Kabupaten Pesawaran
Lampung

Polda Lampung Lakukan Risk Assessment Jelang Debat Publik Calon Kepala Daerah Kabupaten Pesawaran

14 Mei 2025
1
Aulia Pulanglah Nak, Ibu dan Ayah Menunggumu di Rumah
Hukum dan Kriminal

Aulia Pulanglah Nak, Ibu dan Ayah Menunggumu di Rumah

13 Mei 2025
1
Next Post
Tanggap Ancaman Narkoba, BNNK Lampung Selatan Gelar Rakor di Kalianda

Tanggap Ancaman Narkoba, BNNK Lampung Selatan Gelar Rakor di Kalianda

Dubes Indonesia di AS Kosong Hampir 2 Tahun: Dr. Iswadi Minta Presiden Prabowo Segera Lantik Dubes yang Baru

Mengurai Benang Kusut Pendidikan Karakter di Indonesia

Mengurai Benang Kusut Pendidikan Karakter di Indonesia

Mengurai Benang Kusut Pendidikan Karakter di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Sidik Efendi: Program Makan Bergizi Gratis, Komitmen untuk Generasi Sehat dan Berprestasi

Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Sidik Efendi: Program Makan Bergizi Gratis, Komitmen untuk Generasi Sehat dan Berprestasi

9 Januari 2025
1
Ketua DWP Kominfo Kabupaten Lampung Utara Ibu Hj. Kiki Rizki Gunaido. SH. MH Mengadakan Silaturahmi dengan Anggota DWP

Ketua DWP Kominfo Kabupaten Lampung Utara Ibu Hj. Kiki Rizki Gunaido. SH. MH Mengadakan Silaturahmi dengan Anggota DWP

21 Juni 2024
1
Polsek Terbanggibesar Berhasil Mengamankan 3 Anggota Ormas Pambers Diduga Melakukan Pengroyokan Terhadap Seorang Security

Polsek Terbanggibesar Berhasil Mengamankan 3 Anggota Ormas Pambers Diduga Melakukan Pengroyokan Terhadap Seorang Security

9 Juni 2024
1

Ketua Dekranasda Pesawaran Nanda Indira Dendi Mengapresiasi Kerajinan Tangan Sulam Jelujur Menjadi Yang Terbaik Se-Provinsi Lampung

25 Oktober 2022
1
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Radarcybernusantara - Aktual dan Terpercaya by Mrinsancita.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Ekonomi
    • TNI
    • POLRI
    • Pendidikan
    • Hukum dan Kriminal
    • Politik
    • Kesehatan
    • Ragam
    • Pariwisata
    • Sosial dan Budaya
  • International
  • Chanel RadarCyber
    • Youtube
  • Arsip
    • Polling
    • Download
    • Gubernur
    • Olahraga
  • Lampung
    • Kota Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Tanggamus
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Lampung Selatan
    • Lampung Utara
    • Lampung Timur
    • Lampung Barat
    • Lampung Tengah
    • Tulang Bawang
    • Way Kanan
    • Mesuji
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang Barat
    • DPRD
  • Otomotif
    • Mobil
    • Motor
  • Pembiayaan

© 2022 Radarcybernusantara - Aktual dan Terpercaya by Mrinsancita.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!