Penulis : Pinnur Selalau.
Di Negeri YUNANI Kuno, pernah hidup sepasang kekasih bernama ALATHEIA, sang lambang Kejujuran Dan NOMOS sang penjaga Aturan. Mereka saling mencinta dalam Diam, memadu janji dibawah cahaya Bulan yang menetes lembut ditepi laut AEGEA.
Namun cinta mereka berakhir tragis, ALATHEIA dikhianati oleh NOMOS yang tergoda oleh Emas dan Pujian. Kejujuran pun terkubur dibawah tumpukan Dokumen yang penuh Tanda Tangan dan Segel Palsu.
Dan dari kisah itu lahirlah Cinta-cinta baru yang kini menitis di Desa-desa kita, DANA Desa engkau datang bagai ALATHEIA, penuh janji suci dan harapan. Kau menyapa sawah yang haus Air, jalan yang pecah dan berlubang, dan rumah-rumah bambu yang menunggu disentuh Pembangunan.

Namun ditangan yang salah, kau menjelma menjadi NOMOS, manis di awal, bengis diakhir. Cinta mu digenggam tapi bukan untuk dirawat, melainkan disembunyikan dibalik Laporan dan Kwitansi yang penuh Rekayasa.
Oh Dana Desa, kau bukan sekedar angka dalam Tabel, kau adalah Cinta Rakyat yang seharusnya menumbuhkan kejujuran. Tapi lihatlah disetiap Tanda tangan basah, Kadang-kadang Air Mata Warga yang tak sempat menetes.
Engkau di sayang di mulut, tapi ditikam di belakang, di puji dalam rapat, tapi di curi dalam sunyi. Engkau dijanjikan untuk Rakyat, namun berakhir di saku mereka yang pandai menyusun alasan.
Kini Cinta itu tinggal kenangan, bukan karena ALATHEIA pergi, tapi karena NOMOS kembali jatuh cinta pada Kekuasaan. Dan Rakyat hanya bisa menatap dari jauh, menyebut nama mu dengan pelan.
Bandar Lampung : Kamis 30 Oktober 2025.
Editor : Melia Eprianti S.H.
Author : RCN.
Tidak ada komentar