Bantuan Ratusan Juta Rupiah Untuk Desa Sido Mekar Dari Kemenkes RI Dipertanyakan Publik

waktu baca 3 menit
Rabu, 12 Nov 2025 15:39 47 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengucurkan bantuan sebesar Rp.100 juta (Seratus juta rupiah) kepada Desa Sido Mekar, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, pada tahun anggaran 2025.

Menurut informasi sementara yang didapatkan oleh media RadarCyberNusantara.Id, bantuan dari Kemenkes RI itu akan digunakan untuk pembangunan beberapa titik sumur bor sebagai sebagai sumber air bersih bagi masyarakat Desa Sido Mekar.

Namun berdasarkan investigasi dan penelusuran awak media dilapangan, sumur bor yang dibangun hanya 1 titik yang dibangun tepat dibelakang kantor Desa Sido Mekar, dan sumur bor tersebut tidak mengeluarkan air yang diharapkan karena air yang didapatkan tidak memadai dan tidak dapat memenuhi kebutuhan warga masyarakat sekitar.

Menurut salah satu warga Desa Sido Mekar yang namanya tidak ingin disebutkan, bahwa proyek sumur bor tersebut adalah merupakan bantuan dari Kemenkes RI.

Iklan

“Setahu saya sih pembangunan sumur bor itu bantuan dari Kemenkes RI, yang seharusnya dibangunkan di beberapa titik, mengingat jumlah bantuan itu cukup besar yakni seratus juta rupiah,” ujarnya, pada Rabu (12/11/2025).

Masih menurutnya, sumur bor yang dibangun dibelakang kantor Desa itupun tidak menjawab kebutuhan masyarakat akan air bersih.

“Trus sumur bor yang dibangun dibelakang kantor Desa Sido Mekar itu juga tidak menjawab kebutuhan air warga masyarakat, karena sumur bor itu terkesan asal jadi sehingga air yang keluar dari sumur bor tersebut tidak memadai, ” ucapnya.

Selain itu katanya, bantuan sebesar itu dari Kemenkes RI pengelolaannya tidak transparan, karena warga masyarakat Desa Sido Mekar tidak dilibatkan dalam pengelolaannya.

“Bantuan sebesar itu juga tidak transparan dalam penerimaan dan pengelolaannya, karena masyarakat tidak dilibatkan, karena hanya dikelola oleh Kades dan Sekdes nya saja,” katanya.

Lebih jauh dari itu menurut keterangan warga yang lainnya, seharusnya bantuan sebesar itu untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Itukan seharusnya untuk pembangunan sistem penyediaan air minum, yang airnya langsung bisa diminum dan dibangun dibeberapa titik. Namun kenyataannya hanya dibangun satu titik dibelakang kantor Desa Sido Mekar, dan itupun air nya tak sesuai keluar nya (Icir-icir),” terangnya.

Untuk mengetahui hal yang sebenarnya terkait bantuan sebesar Rp. 100 juta dari Kemenkes RI untuk Desa Sido Mekar, awak media mencoba meminta keterangan atau konfirmasi dari perangkat Desa Sido Mekar, dalam hal ini Sekretaris Desa (Sekdes), Riduan Arif, melalui pesan singkat wattshapnya.

Dan dia membenarkan atas bantuan tersebut, dan mengatakan bahwa bantuan tersebut dibangun sesuai peruntukannya.

“Sesuai peruntukannya untuk program peningkatan kwalitas air (penyaringan air),” ujarnya.

Lebih lanjut Sekdes mengatakan bahwa, air hasil penyaringan itu nanti akan disalurkan kepada warga.
“Disalurkan ke warga sesuai usulannya,” ucap Sekdes.

Dan ketika ditanya sudah sejauh mana progres dari pengelolaan bantuan tersebut, Sekdes mengatakan masih nol karena dananya saja belum cair.

“Ya masih nol lah
Cair aja belum,” jelas nya.

Sekdes itu pun bahkan mengatakan bahwa pembangunan sumur bor yang terletak dibelakang kantor Desa Sido Mekar bukan berasal dari dana bantuan Kemenkes RI.

Untuk memperjelas informasi terkait Bantuan dari Kemenkes RI tersebut, awak media mencoba meminta keterangan atau penjelasan dari Kepada Desa Sido Mekar, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Suparyanto, melalui pesan singkat wattshapnya.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Kades Sido Mekar, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Suparyanto, tidak menjawab chat wattshap yang dikirimkan oleh awak media. | Tim.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!