RadarCyberNusantara.Id | Sebagai salah satu bencana yang paling sering terjadi saat musim hujan berlangsung, banjir harus mendapatkan perhatian khusus. hal ini dilakukan agar penyebaran penyakit yang terbawa oleh banjir dapat lebih diminimalisir, selain itu juga agar berbagai aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat banjir yang selalu datang saat hujan terjadi.
Adapun cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan tindakan pencegahan sebelum hujan datang dan banjir terjadi. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah banjir yang harus dilakukan untuk meminimalisir potensi banjir, diantaranya adalah:
Menghindari mendirikan bangunan di pinggiran sungai, selain hal ini bisa menjadi penyebab banjir, mendirikan hunian di pinggiran sungai akan membuat tidak teraturnya tatanan masyarakat.
Rutin membersihkan saluran air yang dilakukan secara bergotong royong dalam waktu yang berkala, sehingga kebersihan dan kelancaran aliran sungai dapat tetap terjaga dan meminimalisir potensi banjir.

Cara tersebut yang dilakukan oleh Camat Panjang, Hendri Satria Sampurna Jaya, dengan menggerakkan seluruh stakeholder bersama komponen masyarakat untuk bergotong royong membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS), dan tempat-tempat yang dianggap penyebab banjir.
Aliran air dari way bakak mengalir dari arah perbukitan membawa endapan pasir mengakibatkan pendangkalan daerah aliran sungai (DAS) , menyebabkan air meluap kejalan dan turun kedaerah pemukiman penduduk menyebabkan banjir.
Pihak Pemkot cepat bertindak menanggulangi dan membenahi titik titik banjir dipanjang. Dengan dana seadanya membenahi kecamatan panjang untuk menghadapi musim hujan yang akan datang.
Menurut camat panjang Hendri Satria Sampurna Jaya, aliran sungai sepanjang jalan Sukarno Hatta itu tak bisa dieksekusi terkendala oleh pelaku usaha dan pemukiman warga sepanjang jalan.
Untuk menanggulanginya akan berkirim surat ke BPJN ( Badan Pengelolaan Jalan Nasional) atau PUPR ( Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Provinsi, serta Kementerian PU, dan pihak Dinas PU ( Pekerjaan Umum) kota sudah berkirim bulan September lalu, dijalan trans sudah dikeruk tanah endapannya, Walaupun dana Pemkot terbatas tapi sudah lumayan.
“Aliran sungai sepanjang Sukarno Hatta itu tak bisa dieksekusi terkendala pelaku usaha dan pemukiman warga sepanjang jalan.untuk menanggulanginya kami berkirim surat ke BPJN atau PUPR Provinsi , serta kementrian PU , dan pihak PU kota sudah berkirim bulan September lalu, dijalan trans Sumatera sudah dikeruk endapan tanahnya, walaupun dana Pemkot terbatas ,sudah lumayan,” Jelas Hendri Satria Sampurna jaya. | Zul.
Tidak ada komentar