Dr. Iswadi Usulkan Pembentukan Badan Khusus Sekolah Rakyat di Bawah Kendali Presiden

waktu baca 4 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 21:29 1 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Dr. Iswadi, M.Pd., akademisi sekaligus pemerhati pendidikan nasional, mengusulkan pembentukan badan khusus yang secara langsung mengelola program Sekolah Rakyat di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto. Gagasan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi kelompok kurang mampu dan masyarakat di wilayah tertinggal.

Dalam pernyataannya, Dr. Iswadi menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dan terobosan kebijakan agar program pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas. Ia menilai bahwa selama ini berbagai inisiatif pendidikan alternatif kerap menghadapi kendala birokrasi yang kompleks serta lemahnya koordinasi antar lembaga.
Sekolah Rakyat harus menjadi bagian integral dari strategi nasional dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Untuk itu, diperlukan tata kelola yang lebih sederhana, cepat, dan terpusat agar implementasinya tidak terhambat, ujar Dr. Iswadi.

Menurutnya, pembentukan badan khusus yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden akan memperkuat efektivitas pengambilan kebijakan. Dengan struktur tersebut, program Sekolah Rakyat dapat dijalankan secara lebih terarah, terintegrasi, dan memiliki daya dorong politik yang kuat. Hal ini diyakini mampu mempercepat realisasi program serta memastikan manfaatnya dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan belajar bagi semua kalangan tanpa terkecuali. Program ini diharapkan mampu menjangkau anak-anak putus sekolah, masyarakat di daerah terpencil, serta kelompok rentan lainnya yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam sistem pendidikan formal. Selain itu, pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual menjadi salah satu keunggulan utama yang diusung.

Dr. Iswadi menjelaskan bahwa badan khusus tersebut nantinya tidak hanya berperan sebagai pengelola operasional, tetapi juga sebagai perumus kebijakan strategis. Tugasnya mencakup penyusunan kurikulum adaptif, pengawasan mutu pendidikan, serta pengembangan sistem evaluasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat dapat tetap terjaga dan terus meningkat sesuai dengan kebutuhan zaman.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program ini. Pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas lokal diharapkan dapat terlibat aktif dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa program Sekolah Rakyat benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Dr. Iswadi menyoroti pentingnya dukungan politik yang kuat dari pemerintah pusat. Menurutnya, posisi badan khusus yang berada langsung di bawah Presiden akan memberikan legitimasi yang lebih besar serta memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga. Dengan demikian, potensi tumpang tindih kebijakan dapat diminimalkan dan pelaksanaan program dapat berjalan lebih efisien.
Ketika sebuah program strategis berada di bawah kendali langsung Presiden, maka seluruh elemen pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberhasilannya. Ini akan menciptakan sinergi nasional yang kuat, tambahnya.

Dari sisi pendanaan, Dr. Iswadi menegaskan bahwa keberlanjutan program Sekolah Rakyat sangat bergantung pada komitmen anggaran yang memadai. Ia mendorong pemerintah untuk menjadikan program ini sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan menjadi aspek penting yang harus dijaga untuk membangun kepercayaan publik.

Tidak hanya itu, kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian utama dalam usulan ini. Dr. Iswadi mengusulkan adanya sistem rekrutmen dan pelatihan guru yang inovatif, termasuk membuka peluang bagi para profesional dari berbagai bidang untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan ini, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Di tengah berbagai tantangan yang ada, gagasan pembentukan badan khusus ini mendapat respons positif dari sejumlah kalangan. Banyak pihak menilai bahwa pendekatan yang lebih terpusat dapat menjadi solusi dalam mengatasi berbagai hambatan struktural yang selama ini menghambat pemerataan pendidikan.

Namun demikian, Dr. Iswadi mengingatkan bahwa pembentukan lembaga baru harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis kajian yang komprehensif. Ia menekankan pentingnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, praktisi pendidikan, hingga masyarakat luas. Uji coba program dan evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar efektif dan tepat sasaran.

Pembentukan badan khusus ini bukan sekadar menciptakan struktur baru, tetapi memastikan bahwa sistem yang dibangun mampu menjawab kebutuhan rakyat. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik harus menjadi landasan utama, tegasnya.

Dengan adanya usulan ini, diharapkan pemerintah dapat mempertimbangkan langkah-langkah strategis dalam memperkuat sistem pendidikan nasional. Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!