Drone SKYFLUX – Mata di Angkasa untuk Masa Depan Industri Hijau Indonesia

waktu baca 6 menit
Jumat, 19 Des 2025 13:31 40 Melia Efrianti

RadarCyberNusantara.id |

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam inovasi!

Dalam kompetisi bergengsi Kompetisi Inovasi Drone Nasional (KIDN) 2025, yang diselenggarakan oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), yang didukung penuh oleh TNI, APDI, ASTTA, dan PT. Arga Yasa Kirna, Tim Gadjah – URO Universitas Lampung hadir membawa terobosan yang tak biasa. Bukan drone untuk balap, pemetaan, atau fotografi, melainkan sebuah “laboratorium terbang” bernama SKYFLUX. Inovasinya masuk kategori Drone Teknologi Terbaru, dan siap menjawab tantangan lingkungan serta ekonomi masa depan Indonesia.

Lantas, apa sebenarnya SKYFLUX?

Di balik namanya yang sederhana terselip harapan yang futuristik, bahwa SKYFLUX dapat menjawab sebuah pertanyaan mendesak: Bagaimana kita mengukur “napas” bumi secara akurat, real-time, dan fleksibel? Khususnya, bagaimana kita mengaudit pertukaran gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄), antara permukaan bumi dan atmosfer, yang menjadi kunci dalam memitigasi perubahan iklim?

*Beyond the limit: Drone yang “Merasa” dan “Berpikir”*

Dilengkapi dengan gas analyzer dan seperangkat sensor, Drone SKYFLUX tak hanya mengukur gas rumah kaca, tetapi juga parameter iklim mikro (suhu, kelembaban, dan tekanan barometrik) serta kualitas udara (polutan organik dan partikel halus). Data yang diambil bukan sekadar angka statis, melainkan gambaran dinamika atmosfer yang hidup dan nyata.

Selama ini, metode emas pengukuran fluks karbon (pertukaran karbon) adalah menggunakan menara meteorologi stasioner berteknologi eddy covariance. Akurat dan presisi, tetapi terbatas pada satu titik lokasi. Bagaimana dengan area yang luas, terpencil, atau memiliki medan kompleks seperti perkebunan kelapa sawit, hutan mangrove, atau hutan tropis terrestrial yang membentang ribuan hektar? Di sinilah SKYFLUX hadir sebagai sebuah inovasi.

Dengan model frame _hexacopter_ yang stabil dan tangguh, SKYFLUX membawa laboratorium atmosfer mini ke langit. Inovasinya bersifat multidimensional:
*1. Aerial Measurement Eddy Covariance System (AMECS):* Ini adalah inti kecerdasannya. SKYFLUX mampu melakukan pengukuran fluks karbon dengan metode eddy covariance secara dinamis di udara, pada ketinggian lebih dari 100 meter di atas permukaan tanah. Ia tak hanya mengukur konsentrasi CO₂ dan CH₄, tetapi juga parameter iklim mikro (suhu, kelembaban, tekanan udara, uap air) dan kualitas udara (polutan udara seperti PM1, PM2.5, PM10, dan TVOC) secara simultan. Ia seperti seorang dokter yang terbang, mendiagnosis kesehatan atmosfer dan metabolisme karbon di suatu lanskap.

*2. ⁠Otak di Udara: Komputasi Tepi Berkinerja Tinggi:* Data yang dikumpulkan sangat besar dan kompleks. Alih-alih mengirimkan data mentah, SKYFLUX memiliki _high-performance edge computing_. Artinya, ia memproses data secara real-time di atas sana, menghasilkan informasi yang siap analisis sebelum mendarat. Ini mempercepat waktu respons dan keputusan secara signifikan.

*3. ⁠Jantung Komunikasi: Telemetri Jarak Jauh.* Inovasi lainnya terletak pada modul telemetri radio 433 MHz dengan bandwidth lebar (7 MHz) dan antena _ground planar_ ber-gain tinggi. Sistem ini memungkinkan transmisi data real-time dari drone ke stasiun darat dengan jangkauan ekstrem hingga 100 km pada daya rendah. Operator dapat memantau dashboard informasi dan melihat aliran data karbon serta kualitas udara langsung dari lapangan, seolah-olah mereka terbang bersama drone.

*Manfaat Nyata: Dari Perkebunan Sawit hingga Pasar Karbon Global*

Lalu, mengapa inovasi ini penting, terutama untuk Indonesia?

Pertama, untuk Transformasi Industri Kelapa Sawit yang Berkelanjutan. Perkebunan kelapa sawit sering menjadi sorotan dalam isu emisi karbon dan deforestasi. SKYFLUX menawarkan solusi verifikasi yang independen, akurat, dan spasial. Dengan drone ini, industry sawit dapat:

• Memetakan Sebaran Emisi dan Serapan Karbon: Mengidentifikasi area mana di perkebunan yang berfungsi sebagai sumber atau penyerap karbon.
• Memantau Emisi dari Lahan Gambut: Mengukur emisi CO₂ dan CH₄ dari lahan gambut yang dikelola dengan presisi tinggi.
• Mengaudit Praktik Terbaik: Membuktikan efektivitas praktik pertanian presisi, pengelolaan air, atau pupuk yang rendah emisi.
• Menyediakan Data untuk Sertifikasi: Data ilmiah dari SKYFLUX dapat menjadi alat verifikasi kuat untuk sertifikasi keberlanjutan seperti ISPO atau RSPO, meningkatkan daya saing dan akses pasar global.

Kedua, untuk Memperkuat Kedaulatan dalam Asesmen Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Indonesia telah meluncurkan pasar karbon. Nilai dari satu ton karbon yang tidak diemisikan atau yang diserap, bergantung pada pengukuran yang akurat, dapat diverifikasi, dan transparan. Selama ini, teknologi pengukuran canggih sering bergantung pada impor. SKYFLUX adalah jawaban kemandirian teknologi untuk audit karbon nasional.

Dengan armada drone seperti SKYFLUX, Indonesia dapat:
• Melakukan pengukuran fluks karbon bottom-up yang independen di berbagai ekosistem (hutan, mangrove, lahan pertanian).
• Memvalidasi model estimasi karbon yang ada dengan data empiris langsung dari lapangan.
• Membangun database nasional fluks karbon dengan resolusi spasial dan temporal yang tinggi, yang kredibilitasnya diakui dunia.
• Memastikan bahwa setiap kredit karbon yang diperdagangkan memiliki dasar ilmiah yang kuat, melindungi kredibilitas pasar karbon Indonesia di mata internasional.

*Melompat ke Nilai Ekonomi: Karbon Bukan Lagi Hanya Siklus Emisi dan Sequestrasi, Tapi Aset*

Di sinilah peran SKYFLUX menjadi strategis. Pemerintah Indonesia telah menginisiasi skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Artinya, karbon yang dapat diserap (sequestered) atau dihindari emisinya memiliki nilai ekonomi. Untuk berpartisipasi dalam skema ini, baik di pasar karbon domestik maupun internasional, diperlukan pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV) yang sangat kredibel dan teliti.

SKYFLUX pada dasarnya adalah alat MRV Terbang yang powerful. Data fluks karbon resolusi tinggi yang dihasilkannya menjadi dasar penghitungan yang akurat untuk asesmen nilai ekonomi karbon suatu lahan, termasuk perkebunan sawit berkelanjutan. Ini memberi kekuatan bagi Indonesia, khususnya pelaku industri, untuk tidak hanya mematuhi regulasi, tetapi juga mengubah kinerja lingkungan menjadi keuntungan ekonomi yang nyata.
*KIDN 2025: Panggung Strategis untuk Inovasi Strategis*

Kompetisi KIDN 2025 bukan sekadar lomba. Ia adalah panggung strategis yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci: TNI sebagai pengguna potensial untuk pemantauan lingkungan wilayah, APDI & ASTTA sebagai wadah ahli dan industri, serta FASI sebagai otoritas olahraga udara. Menampilkan SKYFLUX di sini memiliki arti penting:
1. Menyelaraskan Inovasi dengan Kebutuhan Nasional. KIDN 2025 bertema inovasi untuk kedirgantaraan dan pertahanan. Kemampuan SKYFLUX dalam penginderaan jauh jarak jauh dan pengumpulan data strategis (lingkungan, kualitas udara) sangat relevan untuk mendukung program ketahanan iklim dan lingkungan, yang merupakan bagian dari ketahanan nasional.
2. ⁠Membuka Jembatan Kolaborasi. Prestasi ini menjadi pintu masuk untuk bekerja sama dengan TNI, BPPT, LAPAN, KLHK, atau perusahaan perkebunan besar untuk menguji coba dan mengadopsi teknologi ini.
3. Mengukuhkan Peran Kampus sebagai Pencetak Teknologi Strategis. Kemenangan Tim Gadjah-URO Universitas Lampung membuktikan bahwa perguruan tinggi di Indonesia mampu menciptakan solusi teknologi tinggi yang menjawab tantangan global, mendukung posisi Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim (COP) dan dalam pemenuhan Nationally Determined Contribution (NDC).

Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kebanggaan, Drone SKYFLUX dari Tanah Lampung ini dinyatakan sebagai *Juara Pertama Kategori Inovasi Drone Teknologi Terbaru dalam KIDN 2025.*

Alhamdulillah.

Bagi kami, SKYFLUX lebih dari sekadar drone juara. Ia adalah simbol optimisme teknologi Indonesia. Ia mewujudkan konsep bahwa untuk mengelola bumi secara berkelanjutan, kita harus memahaminya dengan data yang cerdas dan luas. Keberhasilannya di KIDN 2025 adalah validasi bahwa jalan yang ditempuh Tim Gadjah-URO berada pada track yang tepat dalam menunggangi medan gravitasi ekosistem industri hijau: inovasi yang lahir dari laboratorium kampus harus bersinggungan langsung dengan kebutuhan industri dan bangsa.

Ke depan, visi kami adalah menjadikan SKYFLUX sebagai tulang punggung armada drone nasional untuk audit karbon, mendukung transisi hijau Indonesia, dan memastikan setiap kebijakan iklim serta transaksi ekonomi karbon berdiri di atas pijakan data yang tak terbantahkan.

Dari Lampung untuk Indonesia, dari KIDN 2025 untuk masa depan net-zero emission, SKYFLUX telah mengudara, membawa misi mengukur napas bumi untuk kedaulatan iklim negeri.

Gadjah URO!!….Makko Tanding!!
URROOO…!!!

|Dr. Ardian Ulvan. Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Lampung. Bidan Keahlian; Telekomunikasi Data

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!