Gulma Tutupi Saluran Irigasi Way Rarem, Adi Candra Soroti Kelalaian BBWS

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Feb 2026 18:11 70 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Ketua Laskar Lampung Indonesia Lampung Utara, Adi Candra melakukan peninjauan ke lokasi saluran irigasi Wayrarem yang berada di Tiyuh Daya Sakti, Tubaba, dan menemukan fakta yang sangat miris.

Saluran irigasi yang menjadi sumber kehidupan petani padi di wilayah tersebut dipenuhi gulma, sehingga aliran air tidak mencukupi untuk kebutuhan pertanian pandai. Rabu (4/2/2026).

Adi Chandra sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi, padahal pemerintah telah menganggarkan puluhan miliar untuk perawatan irigasi.

“Dalam hal ini, ke mana dana perawatan tersebut?” tanya Adi Candra saat di wawancarai awak media di lokasi

Dalam hal ini, ia mempertanyakan kepada pihak terkait, mengapa saluran irigasi sampai bisa di penuhi gulma, hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar. Air yang semestinya  lancar, dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan petani, menjadi terhambat karena aliran dipenuhi gulma.

“Saya kira pihak terkait telah lalai dalam melakukan perawatan jaringan irigasi. Petani terancam merugi akibat kekurangan air”, tandasnya

Selain itu, Adi Candra juga sangat menyayangkan keterangan yang disampaikan oleh pihak BBWS melalui media lokal yang menepis bahwa saluran induk tidak dirawat.

“Pernyataan ini sangatlah melukai hati masyarakat yang mengandalkan hidupnya dari pertanian sawah,” kata Adi Chandra.

Pihak BBWS telah menyebut bahwa saluran induk sudah dilakukan pembersihan, namun fakta di lapangan nol besar.

“Hal ini bisa dilihat saluran air mulai dari wilayah Abung Timur sampai Pulung Kencana, gulma yang tumbuh di saluran hampir memenuhi seluruh saluran induk, bagaimana BBWS mengatakan sudah dilakukan perawatan, apa nya yang dirawat,” tanya Adi kesal.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah daerah maupun provinsi untuk segera turun langsung ke lapangan, membersihkan gulma tersebut. Ia juga meminta kepada aparat penegak hukum, pihak terkait untuk dapat mengaudit anggaran perawatan irigasi tersebut.
“Ke mana larinya anggaran itu? Sehingga di lapangan menimbulkan semak keruwetan di pertanian padi akibat kekurangan air,” tegas Adi Chandra. (Dv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!