Irigasi Way Pengubuan: Hutan Rumput dan Lumpur Yang Mengancam Pangan Lampung Tengah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 14 Feb 2026 10:49 15 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Sebuah ironi melanda lumbung pangan Lampung Tengah. Ratusan hektare sawah di Kecamatan Anak Ratu Aji dan Selagai Lingga terancam gagal panen akibat saluran irigasi primer Way Pengubuan yang kini berubah fungsi menjadi “hutan” gulma.

Minimnya pemeliharaan selama lima tahun terakhir dituding menjadi biang keladi mampetnya urat nadi pertanian warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi saluran induk yang sangat memprihatinkan. Tanaman liar dan sedimentasi lumpur menutup hampir seluruh badan saluran di titik-titik krusial seperti Gedung Ratu, Punggur Karang Anyar, hingga Karang Anyar Talang Jawa.

M.Saleh, seorang petani terdampak, asal desa Gedong Sari, Kecamatan Anak Ratu Aji mengungkapkan kekesalannya terhadap mandulnya fungsi irigasi tersebut.

“Percuma air dibesarkan, yang ada malah meluap keluar saluran karena jalannya menyempit tertutup rumput. Kami sudah gilir air tiga hari sekali, tapi tetap saja sawah kekurangan air,” tegasnya dengan nada kecewa. Jum’at (13/2/2026)

Kekecewaan petani semakin memuncak karena kondisi ini dibiarkan berlarut-larut. Sudah hampir lima tahun tidak ada langkah nyata dari pihak pengelola untuk melakukan pengangkatan gulma maupun pengerukan lumpur (normalisasi).

Kondisi ini sangat memukul petani di Desa Bandar Putih Tua, Gedong Sari, dan Sri Mulyo yang saat ini tengah berjibaku melakukan pengolahan lahan Musim Tanam II (Gadu).

*Kondisi Irigasi Way Pengubuan:*

-Saluran irigasi primer Way Pengubuan berubah fungsi menjadi “hutan” gulma
-Minimnya pemeliharaan selama lima tahun terakhir
-Tanaman liar dan sedimentasi lumpur menutup hampir seluruh badan saluran
-Sawah di Kecamatan Anak Ratu Aji dan Selagai Lingga terancam gagal panen.

*Dampak bagi Petani:*

– Kekesalan dan kekecewaan terhadap mandulnya fungsi irigasi
– Sawah kering meskipun sudah gilir air tiga hari sekali
– Investasi tenaga dan modal petani dipastikan hangus jika tidak ada intervensi segera

*Tuntutaan Petani:*

– Normalisasi saluran irigasi primer Way Pengubuan
– Pengangkatan gulma dan pengerukan lumpur (normalisasi)
– Intervensi segera dari instansi terkait untuk mencegah gagal panen

Normalisasi harga mati; jika tidak, narasi swasembada pangan di Lampung Tengah hanyalah isapan jempol belaka di tengah rimbunnya gulma dan padatnya lumpur di jaringan irigasi way pengubuan.

“Kami mendesak instansi terkait, untuk segera turun ke lapangan guna mengentaskan persoalan yang terjadi”. Harap M Salah mewakili petani lainnya.
(Davi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!