Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir Tegaskan Pers Pilar Demokrasi, Kebebasan Tak Boleh Lepas dari Tanggung Jawab

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Feb 2026 19:07 74 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir menegaskan posisi strategis pers sebagai pilar utama demokrasi sekaligus benteng nilai kebangsaan dalam kehidupan bernegara. Penegasan itu disampaikan saat dirinya bersilaturahmi dan berdiskusi langsung dengan para pimpinan media massa dalam kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) di Pusat Pendidikan Bela Negara Kemhan RI, Rumpin, Bogor. Sabtu (31/1/2026).

Dalam forum yang berlangsung hangat namun sarat makna kebangsaan tersebut, Irjen Pol Johnny Edison Isir yang baru dilantik sebagai Kadiv Humas Polri memperkenalkan diri sekaligus menyapa insan pers dari berbagai daerah. Peraih Adhimakayasa Akpol 1996 ini tampil terbuka, lugas, dan komunikatif saat membedah peran media di tengah dinamika sosial, politik, dan kebangsaan yang kian kompleks.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja jurnalistik yang selama ini dijalankan wartawan dalam membangun narasi publik yang mencerahkan serta mengedukasi masyarakat secara berimbang dan bertanggung jawab.

“Ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Irjen Pol Johnny Edison Isir.

Lebih jauh, Kadiv Humas Polri menegaskan bahwa kebebasan pers bukan sekadar hak, melainkan amanat konstitusi yang wajib dijaga dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum.

“Dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum, pers merupakan salah satu pilar utama. Kebebasan pers adalah amanat konstitusi yang harus kita jaga bersama,” ujarnya dengan nada tegas.

Namun demikian, Irjen Pol Johnny Edison Isir mengingatkan bahwa kebebasan pers tidak boleh berjalan tanpa kendali. Profesionalisme, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap hukum dan etika jurnalistik menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.

“Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hukum dan etika jurnalistik,” pungkasnya.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi tonggak penguatan sinergi antara Polri dan insan pers, dalam menjaga ruang publik yang sehat, berintegritas, informatif, serta berkontribusi nyata terhadap penguatan demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia.| Red.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!