RadarCyberNusantara.Id | Tragedi memilukan yang menimpa seorang bocah berusia 12 tahun asal Pekon Way Ngison, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu Lampung, terus memantik empati publik. Korban yang menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat ini masih berjuang menjalani perawatan intensif di RSUD Ahmad Yani, Kota Metro.
Pada Selasa (24/3/2026), Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, melakukan kunjungan khusus untuk membesuk korban dan memberikan dukungan moril serta bantuan dana spontanitas kepada keluarga.
Peristiwa kelam ini terjadi pada Minggu sore (15/3). Saat itu, korban sedang melintasi area perbatasan antara Pekon Sidodadi dan Pekon Way Ngison. Tanpa diduga, ia diserang oleh seorang pria dewasa pengidap gangguan jiwa yang menghuni sebuah rumah tak terawat di lokasi tersebut.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian masih mencekam. Meski pihak Kepolisian dan Satpol PP bersama warga telah berupaya melakukan evakuasi, pelaku dilaporkan masih bebas berkeliaran dan memberikan perlawanan sengit menggunakan senjata tajam (parang).
Sebelum dirujuk ke Kota Metro, penanganan awal terhadap korban sebenarnya telah mendapat perhatian dari pihak Kabupaten Pringsewu. Tercatat pada Senin (16/3) siang, saat korban masih berada di RS Mitra Husada Pringsewu, pihak BAZNAS Kabupaten Pringsewu bersama Ny. Rahayu Pamungkas (istri ) Bupati Pringsewu telah hadir membesuk dan menemui langsung orang tua korban untuk memberikan santunan awal.
Kehadiran sosok Ny Rahayu Pamungkas di masa awal kejadian tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah telah memantau situasi ini sejak dini. Namun, seiring meningkatnya kompleksitas medis dan kendala biaya penjaminan, tuntutan akan penanganan yang lebih komprehensif kini mencuat ke permukaan.

Jeritan Hati Ayah Korban: “Mohon Bantu Anak Kami”
Di selasar rumah sakit, Romli, ayah kandung korban, menyampaikan terima kasih atas kunjungan para tokoh sebelumnya, namun ia tak mampu menyembunyikan kekhawatirannya akan biaya pengobatan jangka panjang yang tidak ter-cover BPJS Kesehatan.
“Kami hanya berharap anak kami bisa sembuh. Kami memohon kepada Pemerintah Daerah Pringsewu, kiranya dapat terus mendampingi pengobatan anak kami sampai tuntas. Kami orang kecil, keselamatan nyawa anak kami adalah segalanya,” tutur Romli penuh harap.
Menanggapi kondisi korban yang mulai membaik namun masih mengalami trauma berat, H. Kurniawan atau Bang Iwan, memberikan catatan penting bagi pemangku kebijakan.
“Apresiasi bagi BAZNAS dan Ibu Bupati yang sudah hadir di awal. Namun, ini masalah nyawa dan masa depan anak, penanganannya tidak boleh berhenti di situ. Saya minta Pemda Pringsewu memastikan tidak ada kendala administratif yang menghalangi keselamatan pasien. Saya kenal baik Bupati; saya akan berkomunikasi agar penanganan ini dikoordinasikan secara lintas sektoral, bahkan jika perlu hingga ke tingkat Pusat,” tegas Bang Iwan.
Bang Iwan juga menekankan tiga poin penting sebagai langkah preventif guna mencegah kejadian berulang :
• Aksi Proaktif Dinas Terkait: Mendesak Dinas Sosial dan Kesehatan untuk melakukan evakuasi medis bagi ODGJ yang berisiko agresif agar tidak jatuh korban lagi.
• Kewaspadaan Orang Tua: Menghimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di area yang berisiko.
• Lapor, Jangan Abai: Masyarakat diminta segera melapor ke instansi berwenang jika melihat ODGJ yang perilakunya mulai membahayakan publik. (RBL)
Tidak ada komentar