Kisah Cinta Ryamizard Ryacudu dan Putri Sulung Jenderal Try Sutrisno

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Feb 2026 17:07 122 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Kisah cinta Jenderal Ryamizard Ryacudu dan Nora Tristyana bukanlah cerita asmara biasa. Ia tumbuh di tengah disiplin militer, medan konflik, dan takdir yang mempertemukan dua insan dari latar keluarga besar TNI dalam suasana yang jauh dari romantisme.

Ryamizard Ryacudu merupakan putra dari Musannif Ryacudu, seorang perwira TNI Angkatan Darat yang dikenal dekat dengan Presiden Soekarno. Musannif juga tercatat sebagai tokoh yang memiliki garis keturunan penyebar agama Islam di Lampung sebuah latar yang membentuk nilai keteguhan dan pengabdian dalam diri Ryamizard sejak dini.

Takdir mempertemukan Ryamizard dengan Nora Tristyana pada tahun 1986 di Dili, Timor Timur. Saat itu, wilayah tersebut tengah berada dalam situasi konflik. Ryamizard bertugas sebagai prajurit dalam operasi militer Timor Timur, sementara Nora menjalankan PTT (Pegawai Tidak Tetap) Kedokteran, mengabdi sebagai dokter di daerah rawan tersebut.

Dilansir dari buku Love Story Tokoh-Tokoh Terkemuka Indonesia terbitan Harian Seputar Indonesia (2009), pertemuan pertama mereka berlangsung sederhana namun berkesan. Ryamizard yang lebih dulu menaruh hati, perlahan mencoba mengenal sosok Nora lebih jauh.

Dari rasa penasaran itulah ia mengetahui bahwa perempuan yang menarik perhatiannya tersebut adalah putri sulung Jenderal Try Sutrisno, yang kala itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dan dikenal sebagai salah satu jenderal kepercayaan Presiden Soeharto.

Menjelang berakhirnya masa tugas PTT Nora di Timor Timur pada akhir tahun 1987, Ryamizard memberanikan diri mengungkapkan perasaannya. Keberanian itu menjadi titik awal hubungan mereka.

Jarak dan tugas negara membuat mereka lebih sering berkomunikasi lewat surat cara sederhana namun sarat makna, yang kian menguatkan ikatan batin keduanya.

Setelah melewati masa perkenalan yang penuh kesabaran, Ryamizard dan Nora akhirnya meresmikan hubungan mereka dalam ikatan pernikahan pada November 1988 di Jakarta.

Saat itu, Try Sutrisno telah menjabat sebagai Panglima ABRI. Pernikahan tersebut menjadi simbol bersatunya dua keluarga besar TNI, sekaligus menegaskan bahwa cinta dapat tumbuh dan bertahan bahkan di tengah kerasnya medan pengabdian negara. (**)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!