Komisi I DPR Imbau Insan Pers Terapkan Prinsip 3F Hadapi Insinuasi

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Feb 2026 01:21 1 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mengingatkan para insan pers untuk menjauhi praktik insinuasi dalam penulisan berita. Ia menilai kesimpulan yang melompat dari fakta serta penggunaan judul yang menggiring merupakan ‘racun’ yang dapat merusak reputasi seseorang dan memperkeruh ruang digital di era algoritma saat ini. Pasalnya, ia menyayangkan fenomena klarifikasi atas berita bohong.

“Insinuasi itu adalah racun jurnalistik modern. Jangan sampai judul dibikin panas dan jadi bias, padahal narasinya tidak seperti itu. Saya sebut patokan sederhana untuk menghindarinya dengan 3F: Fakta dulu, Fondasi sumber yang jelas, lalu Framing-nya harus fair dan adil,” ujar Amelia dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Waspada Berita Hoax di Media Sosial, Cerdas Menyaring Informasi di Era Digital” yang digelar oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Politisi Fraksi NasDem ini juga menyoroti tantangan baru di era manipulasi visual dan Artificial Intelligence (AI). Ia memperingatkan bahwa saat ini hoaks bukan lagi sekadar teks, melainkan sudah merambah pada suara dan wajah yang bisa ditiru dengan sangat meyakinkan melalui teknologi.

Menurutnya, hoaks dan disinformasi kini telah menjadi senjata dalam perang modern yang bertujuan untuk memecah belah bangsa serta menciptakan polarisasi di tengah masyarakat.

“Potensi hoaks dengan bantuan AI itu paling mudah dibuat. Peran kawan-kawan pers sangat penting bagi stabilitas keamanan nasional. Perang modern saat ini tidak hanya melalui senjata, tapi bisa melalui narasi misinformasi,” tegas Amelia.

Menutup pernyataan, ia mengungkapkan, Komisi I DPR terus mendorong keseimbangan antara penindakan hoaks yang tegas dengan perlindungan kebebasan berekspresi. Sebab itu, jelasnya, DPR tengah merumuskan berbagai regulasi terkait ketahanan digital guna menciptakan ekosistem yang sehat antara media digital dan konvensional.

“Di era digital kita tidak hanya melawan hoaks, kita sedang menjaga martabat ruang publik. Kawan-kawan jurnalis adalah penjaga terdekat ruang publik itu dengan menyajikan berita yang benar dan bertanggung jawab,” pungkasnya. | Red.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!