RadarCyberNusantara.Id | Dampak dari gulma yang menutupi saluran irigasi DI Way Rarem, Ribuan hektar sawah di Tumijajar, Tulang Bawang Barat, Lampung, terancam gagal panen akibat kurangnya suplai air yang masuk ke areal sawah para petani di kabupaten tersebut.
Hal tersebut di ungkapkan Santo, salah satu petani di Kelurahan Daya Murni, bahwa sawahnya kekurangan suplai air karena pembagian airnya seminggu sekali, sehingga membuat tanaman padi milik nya kering akibat kekurangan suplai air. Minggu (8/2/2026).
“Untuk wilayah Kelurahan Daya Murni, terdapat 3 pintu bagi air untuk mengaliri sekitar kurang lebih 530 hektar sawah, dan 3416 hektar sawah di Kecamatan Tumijajar yang mendapat suplai air dari bendungan Way Rarem dengan sistem bergilir seminggu satu kali,” kata Santo dengan nada frustrasi.
Santo berharap kondisi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah, khususnya pihak Balai Besar Propinsi Lampung, agar petani tidak merugi akibat gagal panen.

“Kami bergantung dengan menanam padi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tapi sekarang kami tidak tahu apa itu yang terjadi dengan sawah kami,” ujarnya dengan nada putus asa.
Menurut Santo, minimnya suplai air disebabkan oleh banyaknya gulma dan rumput menjalar yang menyumbat saluran induk/primer irigasi Way Rarem.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, agar petani dapat kembali menanam padi dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” tambahnya.
Santo juga mengungkapkan bahwa ini baru di Kecamatan Tumijajar, belum lagi yang di Pulung Kencana yang juga mengalami hal yang sama.
“Kami khawatir jika tidak ada tindakan segera, maka ribuan hektar sawah lainnya juga akan terancam gagal panen,” katanya.
Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, agar petani dapat kembali menanam padi dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Lapor pak gubernur, tolong kami, petani di Tumijajar, kami terancam gagal panen,” kata Santo dengan nada harap. (Davi)
Tidak ada komentar