RadarCyberNusantara.Id | Ada apa dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran khususnya di bidang Pembinaan dan Pengembangan, yang mana terkesan melakukan pembiaran atau perlindungan khususnya terhadap pelaku dugaan pelecehan seksual dan intimidasi terhadap murid SMPN1 Gedong Tataan.
Hal tersebut di ungkapkan Budi selaku Kabiro media RadarCybernusantara usai mendatangi kantor dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Pesawaran untuk berkoordinasi lagi-lagi dengan dalih sedang tidak ada di tempat, Rabu (28/1/2026).
Prada Utama yang merupakan Kabid di dinas pendidikan dan kebudayaan Pesawaran sulit untuk ditemui, pasalnya beberapa media di kabupaten pesawaran saat ingin menemui diruang kerjanya selalu tidak pernah ada.
” Sudah sekian kalinya, Prada Utama ini saat dikunjungi di ruang kerjanya tak pernah ada di kantornya, sedangkan tujuan kami sebagai awak media adalah untuk koordinasi dan konfirmasi” ujarnya.

Menurut nya, disaat jam kerja Prada utama acap kali tidak pernah ada diruang kerjanya ketika didatangi oleh awak media. Tanpa ada penjelasan dia kerab tidak pernah ada ditempat itu yang selalu menjadi atensi penolakan untuk menemui awak media, ungkapnya
Tujuan kami menemui Prada Utama thanya untuk kordinasi sudah sejauh mana dinas pendidikan memproses atau memberikan sangsi terhadap oknum guru yang melakukan dugaan pelecahan,tambahnya.
Sekian kalinya, ini diduga sengaja menghindari awak media. Ini sangat jelas kalau Prada Utama ini diduga adanya pembiara atau perlindungan kusus. Sebab, saat awak media mendatangi ke kantornya, pihak pol PP piket di dinas pendidikan dan kebudayaan pesawaran menyampaikan kepada media bahwasanya Prada Utama tidak ada di kantor sedang ada kegiatan di luar.
” Prada Utama untuk saat ini tidak
ada di kantor dan sendang ada tugas rapat di luar, cuma tadi pak tama pesen terkait kasus smpn1 Kasus nya sudah selesai dan sudah di proses oleh inspektorat untuk lebih jelasnya silahkan kesekolahan langsung,ungkapnya.l Tim
Tidak ada komentar