Pengalaman Pahit Biaya Administrasi Rumah Sakit: Pentingnya Transparansi untuk Pasien dan Keluarga

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Sep 2025 15:23 294 Melia Efrianti

RadarCyberNusantara.Id | Sebagai keluarga pasien yang pernah berhadapan langsung dengan ketidakjelasan biaya administrasi di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu, salah seorang warga negara Indonesia khususnya dalam hal ini masyarakat di Provinsi Lampung merasa perlu menyuarakan keprihatinannya terhadap sistem yang kurang transparan ini. Pengalaman pahit yang ia dapatkan menunjukkan bahwa ketidakjelasan biaya administrasi tidak hanya membingungkan, tetapi juga memberatkan secara finansial dan emosional.

Ketiadaan Transparansi: Beban yang Tidak Perlu.

Dirinya masih ingat saat dimana mendapat arahan untuk membayar tagihan biaya administrasi sebesar Rp 260.000 tanpa rincian yang jelas. Sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan seperti “Biaya apa saja yang termasuk dalam angka tersebut?”Juga” Mengapa bukti pembayaran itu ditarik kembali?”
menjadi momok yang ia rasakan.
meski pada saat clarifikasi Dr. Mentari menjelaskan dan membantah statment mengenai kwitansi itu tidak benar.

“Jadi memang biaya 260.000 itu adalah biaya resmi Rumah Sakit yang di tanggungkan kepada pasien sebab di luar cakupan Jasa Raharja, Kemudian ada statment mengatakan kwitansi diambil itu tidak ! kwitansi itu tidak kami ambil dimana memang rumah sakit mengeluarkan dua kwitansi satu untuk keluarga pasien dan yang kedua milik administrasi Rumah Sakit,”kata Dr. Mentari Olivia Fatarani, Selaku Humas RSMH Pringsewu.

Iklan

Situasi ini memperlihatkan betapa pentingnya transparansi dalam setiap aspek pelayanan, terutama dalam hal biaya.

Pesan untuk Rumah Sakit Mitra Husada.

Pihak keluarga berharap Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu, dapat mengambil langkah konkret untuk meningkatkan transparansi dan keterperincian biaya administrasi setelah kejadian ini. Pasien dan keluarga pasien berhak mendapatkan informasi yang jelas dan akurat mengenai biaya yang dikenakan. Dengan demikian, kepercayaan dan kepuasan pasien dapat ditingkatkan menjadi hal yang sangat penting.

“Sebagai keluarga pasien, kami merasakan langsung betapa memberatkan ketidakjelasan biaya administrasi pada saat itu. Kami berharap pihak rumah sakit dapat memahami betapa pentingnya transparansi bagi kami dan pasien lainnya,”singkat Guruh Iswanto. Pada Kamis, (11/9).

Peran Jasa Raharja: Langkah Menuju Keadilan.

Keluarga pasien sangat mengapresiasi peran aktif Jasa Raharja dalam memastikan bahwa biaya administrasi yang dibayarkan sudah jelas dan terperinci. Upaya ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi institusi lainnya. Dengan berkomitmen untuk meneliti setiap item biaya dan memastikan bahwa tidak ada biaya yang tidak perlu dibebankan kepada pasien atau keluarga pasien, Jasa Raharja menunjukkan dedikasi yang patut ditiru.

Edukasi yang Bermakna.

Dengan harapan besar untuk perbaikan, Masyarakat percaya bahwa langkah-langkah menuju transparansi yang lebih baik akan membawa dampak positif bagi semua pihak yang terlibat. Transparansi biaya administrasi bukan hanya hak pasien, tetapi juga kewajiban rumah sakit untuk memastikan bahwa pasien dan keluarga pasien mendapatkan informasi yang jelas dan akurat.

Dengan demikian, kepercayaan dan kepuasan pasien dapat ditingkatkan, dan proses pengobatan dapat berjalan lebih lancar dan efektif. Mari kita dukung upaya menuju transparansi yang lebih baik dalam pelayanan kesehatan di Bumi Jejama Secancanan ini. | RBL

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!