Polemik Irigasi Way Rarem : Kurangnya Petugas dan Honor Yang Tidak Sebanding

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Feb 2026 13:22 96 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Polemik yang terjadi di saluran irigasi Way Rarem telah mencapai titik kritis. Kekurangan petugas dan honor yang tidak sebanding dengan tugas yang mereka lakukan telah membuat sistem irigasi ini hampir kolaps. Minggu (8/2/2026).

Berdasarkan hasil investigasi Ketua Laskar Lampung Indonesia Lampung Utara, Adi Candra, PPA Daerah Irigasi Way Rarem hanya memiliki 64 petugas, padahal jarak dari bendungan Way Rarem hingga Pulung Kencana Tubaba kurang lebih 60 km dan terbagi menjadi 5 satlak.

Ke-64 petugas tersebut merupakan honorer yang bekerja dengan segala resiko dan mempertaruhkan keselamatan mereka, namun penghasilan honor yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan tugas yang mereka lakukan.

“Mereka bekerja tanpa tunjangan apapun, tanpa jaminan kesehatan, dan tanpa kepastian masa depan. Apakah ini yang disebut pengabdian?” kata Adi Candra dengan nada kritis.

Iklan

Adi Candra menilai bahwa pemerintah telah gagal dalam mengelola sistem irigasi Way Rarem. “Mereka hanya sibuk dengan urusan politik dan kekuasaan, sementara petani dan masyarakat menderita. Ini adalah kegabutan pemerintah yang tidak bisa ditoleransi lagi,” tambahnya.

Ia pun menuturkan bahwa perlu adanya evaluasi pemerintah terkait dalam menambah jumlah PPA dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan petugas honorer yang bekerja dengan upah yang tidak sebanding. Kita perlu meningkatkan jumlah PPA dan memberikan mereka kesejahteraan yang layak,” katanya.

Hal tersebut patut disayangkan dan harus menjadi perhatian pemerintah kedepan, dengan harapan mereka bisa diangkat sebagai ASN tenaga P3K sebagai penghargaan dari tugas mulia mereka untuk petani dan bangsa ini.

Dirinya juga meminta agar kejadian luar biasa di bendungan Way Rarem dengan dipenuhinya bendungan tersebut oleh eceng gondok tidak terjadi di saluran irigasi karena tidak cepat tertangani.

“Jangan sampai kejadian itu terjadi, karena akan berdampak pada petani dan masyarakat. Pemerintah harus bertindak sekarang juga,” tegasnya. (Davi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!