Program Makan Bergizi Gratis, Siapa Yang Kenyang?

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Feb 2026 19:48 8 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | Negara berkata Ini program Gizi, warga bertanya mengapa lingkungan kami gaduh, pasar kami sepi dan tetangga kami tetap menganggur.

Diatas kertas program makan bergizi gratis terlihat mulia, angkanya rapih, statistiknya meyakinkan. Puluhan juta anak Indonesia makan, ribuan dapur berdiri, Triliunan rupiah beredar.

Tapi dibawah meja statistik ada cerita lain, warga tidak diajak bicara, ketika dapur berdiri ditengah pemukiman mereka. Relawan bekerja belasan jam, tanpa kontrak, tanpa pelatihan, tanpa kepastian.

UMKM lokal yang dijanjikan justru menonton dari pinggir, kalah oleh vendor besar dan jejaring kekuasaan. Pasar tradisional kehilangan pasokan, harga naik pedagang kecil tercekik.

Negara hadir tapi bukan sebagai penguat yang lemah, ia hadir sebagai pemain besar yang mengacak-acak pasar.

Program ini tidak sekedar memberi makan anak-anak, Ia mengganti ekosistem, kantin sekolah mati, warung sepi, koperasi tidak dilibatkan.

Tenaga kerja lokal dipilih berdasarkan kedekatan, bukan kebutuhan. Dan ketika dapur-dapur itu dikelola yayasan yang terafiliasi dengan Partai, dengan aparat, atau lingkaran kekuasaan, kita patut bertanya dengan jujur.

Apakah ini program gizi, atau proyek distribusi ekonomi dan loyalitas politik. Jika benar tujuan kita Indonesia Emas 2045, maka gizi tidak boleh dibangun dengan merusak keadilan sosial hari ini.

Sebab negara yang memberi makan anak-anak tapi mematikan pasar rakyatnya, sedang menciptakan generasi kenyang diatas ketidak adilan.

Bandar Lampung : 26 Februari 2026.
Editor : Elsa S.H.
Author : RadarCyberNusantara.Id.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!