Survei Nasional Literasi Dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, Upaya Mengukur Pemahaman Dan Akses Keuangan Masyarakat Indonesia

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Feb 2026 15:13 38 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id |  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan(LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan SurveiNasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026.  SNLIK adalah kegiatan survei yang dilaksanakan dengantujuan untuk mengukur tingkat literasi (pemahaman) dan inklusi (akses dan penggunaan) layanan keuangan masyarakatIndonesia. Indeks ini menjadi dasar dalam perumusankebijakan dan program edukasi keuangan yang lebih tepatsasaran di seluruh wilayah Indonesia.

SNLIK 2026 direncanakan mengambil 75.000 sampel rumahtangga di seluruh Indonesia, jauh lebih besar dibanding surveisebelumnya. Hal ini akan meningkatkan ketepatan data regional dan kebijakan yang berdasarkan hasil survei, baiksecara nasional maupun tingkat provinsi.

Survei dilaksanakan tanggal 4 – 18 Februari 2026, denganmelakukan pendataan ke setiap sampel yang telah ditentukan.  Survei dilakukan oleh Petugas Survei yang telah diberipelatihan, baik oleh OJK, BPS dan LPS pada tanggal 26 – 28 November 2025  (tahap 1) dan tanggal 19-21 Februari 2026 (Tahap 2), sehingga petugas siap menjalankan kegiatan surveiini.

Untuk Provinsi Lampung, pelaksanaan survei dilakukan di 15 kota dan Kabupaten yang ada, yang dilaksanakan oleh 119 petugas lapangan, dan dilakukan monitoring pendampinganbaik oleh BPS maupun OJK Provinsi Lampung.

Iklan

“Kami berharap dengan pelaksanaan survei dapat memperolehdata mengenai indeks literasi dan inklusi Keuangan baiktingkat nasional maupun provinsi, sehingga dapat dijadikandasar dalam penentuan kebijakan dan program literasi dan inlkusi ke depan.  Masyarakat Provinsi Lampung yang nantinya berkesempatan menjadi responden, kiranya dapatmemberikan informasi yang memadai terhadap pertanyaan-pertanyaan survei yang diberikan” ujar Otto Fitriandy, KepalaOJK Provinsi Lampung.

Secara umum, SNLIK menjadi instrumen penting untukmengetahui seberapa banyak masyarakat memahamikeuangan serta seberapa luas mereka menggunakan produklayanan keuangan formal (misalnya perbankan, asuransi, pasar modal) di Indonesia.

“Semoga kegiatan survei ini dapat berjalan baik dan lancar, dukungan masyarakat Lampung sangat diharapkan, sehinggadapat diperoleh hasil yang optimal untuk kemajuan ProvinsiLampung” ujar Otto. | Red

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!