Trah Sang Komando: Warisan Keprajuritan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang Tak Pernah Padam

waktu baca 3 menit
Jumat, 14 Nov 2025 18:45 50 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Sosok Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo adalah legenda hidup dalam sejarah kemiliteran Indonesia. Namanya terukir tebal sebagai komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), pasukan elit yang kini kita kenal sebagai Kopassus simbol keberanian, kecerdikan, dan keteguhan hati para prajurit baret merah.

Awal Karier dan Pengabdian Sang Legenda

Sarwo Edhie Wibowo memulai langkahnya di dunia militer dengan bergabung ke korps infanteri TNI Angkatan Darat. Dalam perjalanan panjangnya, ia dikenal sebagai sosok komandan yang tegas namun berjiwa kepemimpinan tinggi.
Sebagai pemimpin RPKAD, Sarwo Edhie menjadi figur penting dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam penumpasan Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). Keberaniannya dalam situasi genting kala itu menjadikannya salah satu tokoh militer paling disegani di negeri ini.

Selain dikenal di medan perang, Sarwo Edhie juga pernah menduduki jabatan strategis seperti Ketua BP-7 Pusat, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, dan Gubernur AKABRI menandakan bahwa dedikasinya tidak hanya di ranah tempur, tetapi juga dalam membentuk generasi penerus prajurit bangsa.

Langkah Sang Putra: Pramono Edhie Wibowo

Darah kepemimpinan sang jenderal tak berhenti di dirinya saja. Salah satu dari enam anaknya, Pramono Edhie Wibowo, menjadi penerus nyata jejak sang ayah. Pramono bergabung dengan Akmil (Akademi Militer) pada tahun 1977-1980, saat Sarwo Edhie menjabat sebagai Duta Besar RI di Korea Selatan.
Lulus dari Akmil, Pramono memilih jalan yang sama dengan ayahnya masuk ke korps baret merah yang saat itu dikenal dengan nama Kopassandha. Karier militernya terus menanjak hingga akhirnya pada tahun 2011, ia mencapai puncak kejayaan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal TNI George Toisutta. Sebuah capaian gemilang yang menjadi bukti bahwa semangat juang sang ayah tetap hidup dalam dirinya.

Generasi Ketiga: Agus Harimurti Yudhoyono

Warisan militer keluarga Sarwo Edhie kembali bersinar lewat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), cucu dari sang jenderal. AHY pernah berdinas di TNI AD dan terlibat dalam berbagai operasi penting, seperti operasi pemulihan keamanan di Aceh (2002) serta misi perdamaian PBB di Lebanon (2006).
Namun, di tengah karier militernya yang cemerlang, AHY memilih untuk mengabdi pada bangsa melalui jalur berbeda. Tahun 2016, ia resmi mengundurkan diri dari TNI untuk terjun ke dunia politik, dimulai dari pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kini, AHY dikenal luas sebagai tokoh muda yang mewarisi semangat nasionalisme dan kepemimpinan dari kakeknya.

Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo: Penjaga Bara Warisan

Meski AHY memilih jalur politik, semangat militer keluarga besar Sarwo Edhie tidak padam. Cucu lainnya, Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo, masih setia mengabdi di medan juang. Putra dari Letjen (Purn) Erwin Sudjono, menantu Jenderal Sarwo Edhie, kini menjabat sebagai Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Letkol Danang pernah memimpin Batalyon Raider 900/Udayana di Bali, satuan elit yang dikenal tangguh dan disiplin. Kariernya menunjukkan bahwa nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian kepada negara tetap mengalir kuat dalam darah keturunan Sarwo Edhie Wibowo.

Dari Sarwo Edhie hingga cucu-cucunya, sejarah mencatat satu garis keturunan yang tak hanya melahirkan prajurit, tapi juga pewaris semangat nasionalisme sejati. Sebuah trah yang tak hanya membela tanah air dengan senjata, tapi juga dengan integritas dan keteladanan yang abadi.

Sumber : merdeka.com

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X