Oleh: Rio Batin Laksana
RadarCyberNusantara.Id | Satu tahun bukanlah waktu yang panjang untuk mengubah wajah sebuah kabupaten, namun satu tahun adalah waktu yang cukup untuk meletakkan fondasi keberanian. Tepat pada 20 Februari 2026, kepemimpinan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, dan Wakil Bupati, Umi Laila, genap berusia satu tahun. Di tengah dinamika pembangunan yang penuh tantangan, momentum silaturahmi bersama insan pers di Graha Pamungkas menjadi saksi sebuah gaya kepemimpinan yang langka: Kejujuran Fiskal pada Jumat (20/2).
Poin paling krusial yang patut diapresiasi adalah transparansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu mengenai kondisi keuangan daerah. Di saat banyak daerah cenderung menutupi defisit, Pemkab Pringsewu secara terbuka memaparkan realita pahit: penurunan dana transfer pusat, belanja modal mengalami fluktuasi signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Setelah melonjak 33,3% dari Rp 107,2 М (2024) menjadi Rp 142,7 M (2025), terjadi penurunan drastis sebesar 59,3% pada 2026 menjadi hanya Rp 58,1 M. Namun, keterbatasan anggaran tidak dijadikan alasan untuk mandek. Sebaliknya, efisiensi anggaran yang dilakukan tetap berhasil melaksanakan pembangunan di empat ruas jalan kabupaten yang vital diantaranya : Tulung Agung-Mataram, Sidoarjo-Podomoro, Simpang Lima sampai Podorejo dan Sumberagung-Karangsari.
Disampaikan juga keberhasilan mereka melobi pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah yang berhasil di serap untuk ruas jalan Banyumas-Way Kunir sepanjang 13, 65 KM senilai hampir Rp50 miliar, hal ini menjadi salah satu yang terbesar di Lampung serta menjadi bukti bahwa diplomasi infrastruktur Riyanto-Umi Laila berjalan efektif.
Pembangunan jalan seperti ruas Tulungagung-Mataram bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan solusi kemanusiaan (human interest) yang memudahkan anak sekolah berangkat dan petani membawa hasil bumi tanpa hambatan lumpur.
Kemudian Visi “Pringsewu Makmur” bukan sekadar slogan. Terobosan MOCAF (Modified Cassava Flour) melalui inisiasi Sentra MOCAF Indonesia (SEMOKIN) adalah langkah revolusioner hilirisasi. Dengan mengubah singkong menjadi tepung berkualitas tinggi, Pringsewu sedang memutus rantai ketergantungan petani pada harga industri tapioka yang fluktuatif.
Inovasi ini berjalan beriringan dengan konsep Corporate Farming di Pekon Pujodadi. Di sinilah aspek membangun kepercayaan (trust) menjadi kunci. Melalui jaminan hasil panen dan asuransi, pemerintah mengedukasi petani bahwa kolaborasi dalam korporasi adalah jalan keluar dari kerentanan ekonomi. Ini adalah langkah konkret pengamanan sosial bagi tulang punggung ekonomi Pringsewu.
Ke depan, kepemimpinan ini mengajak masyarakat memvisualisasikan masa depan melalui program KPBU 7.560 lampu jalan. Targetnya jelas: menerangi jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten. Saat Pringsewu menjadi terang secara harfiah pada 2028, ekonomi malam hari melalui UMKM angkringan dan martabak akan tumbuh, sekaligus menurunkan tingkat kriminalitas. Ini adalah bentuk literasi fiskal kepada masyarakat; bahwa penghematan anggaran di satu sektor sengaja dialihkan untuk menciptakan kota yang produktif dan aman.
Hadirnya Graha Pamungkas sebagai ruang publik sekaligus ruang kerja sementara menunjukkan dedikasi personal yang tinggi di tengah belum adanya rumah dinas resmi. Pernyataan Bupati bahwa “Kami bukan malaikat yang selalu benar, tapi juga bukan juga setan yang selalu salah” mencerminkan kematangan emosional seorang pemimpin yang terbuka terhadap kritik.
Sebagai penutup, Riyanto-Umi Laila menegaskan bahwa pembangunan Pringsewu adalah tanggung jawab kolaboratif. Masyarakat diajak tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi “mata dan telinga” pemerintah. Jika ada stunting atau infrastruktur ataupun hal darurat, warga didorong melapor langsung tanpa perlu gaduh di media sosial, karena pintu komunikasi telah dibuka lebar. Inilah esensi ekosistem “Pringsewu Rumah Kita” : sebuah rumah yang dijaga dengan kejujuran, dibangun dengan inovasi, dan dirawat dengan kebersamaan.
Pringsewu : 22 Februari 2026.
Editor : Pinnur Selalau.
Author : RadarCyberNusantara.Id
Tidak ada komentar