RadarCyberNusantara.Id | Viral di media sosial seorang wanita yang merupakan guru di SD Negeri 3 Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara marah atas kondisi paket MBG yang tak layak. Guru tersebut menyebut sayur hingga buah pada paket tersebut basi dan busuk.
Dalam video yang beredar terlihat guru bernama Ida Yuliana menunjukkan kondisi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sudah tak layak konsumsi.
Puncak dari kekesalan dan kemarahan keluarga besar SDN 3 Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara tersebut, mereka menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Perihal: Laporan Darurat Implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Sindang Sari, Lampung Utara
Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia,
Melalui surat ini, kami ingin menyampaikan jeritan hati dan fakta pahit dari lapangan mengenai implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang Bapak canangkan. Di SDN 3 Sindang Sari, Lampung Utara, niat mulia Bapak untuk mencerdaskan bangsa justru ternoda oleh praktik penyediaan makanan yang tidak manusiawi.
Pada Senin, 12 Januari 2026, kami menemukan fakta bahwa makanan yang didistribusikan ke anak didik kami dalam kondisi sangat tidak layak konsumsi:
Lauk tempe yang sudah busuk dan berbau.
Sayuran gulai yang sudah basi dan berlendir.
Buah anggur yang rusak dan tidak segar.
Bapak Presiden yang kami hormati,
Akibat dari kelalaian ini, sedikitnya 12 siswa kami mengalami mual, muntah, dan sakit perut hebat.
Kejadian ini bukan yang pertama kali, namun merupakan puncak dari ketidakprofesionalan pengelola dapur MBG di wilayah kami. Kami tidak ingin program yang Bapak banggakan ini justru membahayakan nyawa anak-anak kami.
Oleh karena itu, kami memohon kepada Bapak untuk:
Mengevaluasi Total kinerja penyedia jasa/dapur MBG di Lampung Utara yang telah lalai menjaga standar keamanan pangan.
Menindak Tegas oknum-oknum yang bermain dengan anggaran makanan anak sekolah hingga menyajikan makanan busuk.
Menjamin Standar Nutrisi dan Kebersihan agar kejadian keracunan siswa ini tidak terulang kembali di sekolah manapun di Indonesia.
Anak-anak kami adalah masa depan bangsa. Jangan biarkan kesehatan mereka dikorbankan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami sangat mendukung program Bapak, namun kami menuntut profesionalisme dan kemanusiaan dalam pelaksanaannya.
Hormat kami,
Keluarga Besar SDN 3 Sindang Sari
Lampung Utara
Ida bilang peristiwa ini juga bukan pertama kali terjadi di sekolahnya. Peristiwa serupa pernah beberapa kali terjadi dengan paket makanan yang tak layak. Ia juga mempertanyakan pengawasan di dapur MBG yang mengelola makanan tersebut.
“Udah kebiasaan! Kadang jeruk busuk, kadang salak busuk. Ini anggur makanan hewan! Makan sama kamu orang! Makannya cari pekerja itu yang betul-betul profesional. Kalau memang gak bisa bekerja, ganti pekerja! Jangan masukin barang busuk kayak gini! Ini bukan makanan manusia! Saya minta tolong pertanggungjawaban kamu orang yang punya Dapur MBG. Temui saya. Terima kasih,” tegasnya.
Kejadian semacam ini adalah “warning” bagi para pengelola dapur SPPG, agar bekerja secara profesional dan menjaga kesehatan dan keselamatan para penerima paket MBG, jangan sampai karena kelalaian dan ketidak profesionalan pengelola, penerima manfaat MBG jadi korban.
MBG adalah singkatan dari Makan Bergizi Gratis, program nasional pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk anak usia dini, sekolah (PAUD-SMA/SMK), ibu hamil, dan ibu menyusui, bertujuan untuk mengatasi stunting, meningkatkan kesehatan, dan kualitas SDM Indonesia sejak dini. Program ini dimulai bertahap pada tahun 2025 dan melibatkan edukasi gizi serta dukungan ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan. | Red.
Tidak ada komentar