RadarCyberNusantara.Id | Gelombang unjuk rasa yang semakin meningkat di berbagai daerah akhir-akhir ini menjadi sorotan tajam publik. Aksi-aksi yang melibatkan mahasiswa, buruh, hingga kelompok masyarakat sipil ini mencerminkan adanya keresahan yang belum tersalurkan secara efektif. Di tengah dinamika ini, Jurnalis dan Pemred media RadarCyberNusantara.Id, Pinnur Selalau, mengeluarkan pernyataan yang menarik perhatian. Ia menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto segera membuka ruang dialog terbuka dengan rakyat.
Menurut Pinnur Selalau, eskalasi unjuk rasa ini bukan sekadar ekspresi kebebasan berpendapat, melainkan sinyal kuat bahwa komunikasi antara pemerintah dan masyarakat perlu diperkuat. Presiden harus mendengarkan langsung suara rakyat, bukan hanya melalui laporan para pembantu atau analisis birokrasi. Dialog terbuka adalah langkah konkret yang menunjukkan bahwa pemerintah tidak anti kritik dan siap membenahi diri, ujarnya dalam keterangan resmi melalui telpon seluler kepada para awak media.
Pinnur Selalau, menilai bahwa Prabowo sebagai presiden baru memiliki peluang besar untuk membangun citra sebagai pemimpin yang terbuka dan responsif terhadap aspirasi publik. Di masa awal pemerintahannya, langkah seperti dialog langsung dapat menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan. Rakyat ingin didengar, bukan hanya dilihat. Jika suara dari jalanan terus diabaikan, maka yang lahir adalah ketidakpercayaan yang semakin dalam terhadap institusi negara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pinnur Selalau, menegaskan bahwa dialog terbuka bukan berarti tunduk pada tekanan massa, melainkan bentuk dari keberanian moral seorang pemimpin dalam menghadapi tantangan demokrasi. Ia menyebut beberapa negara yang berhasil meredam potensi konflik sosial justru dengan membuka ruang diskusi antara pemerintah dan kelompok masyarakat sipil. Kita harus belajar dari pengalaman global. Menampung aspirasi rakyat secara langsung akan jauh lebih efektif daripada sekadar menunggu situasi mereda dengan sendirinya, paparnya.
Dalam konteks Indonesia, kata Pinnur Selalau, sejarah telah mencatat bagaimana kekuatan suara rakyat sering kali menjadi pendorong lahirnya perubahan besar. Dari Reformasi 1998 hingga berbagai gelombang protes di era digital ini, rakyat telah menunjukkan bahwa mereka tidak lagi pasif dalam menentukan arah bangsa. Oleh karena itu, menurutnya, sangat penting bagi pemerintahan Prabowo untuk tidak mengabaikan momentum ini.
Presiden Prabowo dikenal sebagai figur yang tegas dan berani. Sekarang saatnya ia menunjukkan bahwa keberanian itu juga tercermin dalam kemampuan mendengar dan berdialog. Bukan hanya dengan elite politik atau pengusaha, tapi dengan rakyat biasa yang turun ke jalan karena merasa aspirasinya belum terwakili, tegas Pinnur Selalau.
Ia juga menyarankan agar dialog yang dibuka tidak bersifat seremonial atau simbolis semata. Format dialog harus dirancang inklusif, transparan, dan benar-benar menghadirkan representasi dari berbagai kelompok masyarakat. Bukan hanya tokoh tokoh yang pro pemerintah, tetapi juga suara suara kritis yang selama ini dianggap berseberangan. Justru dari perbedaan pandangan itulah pemerintah bisa mendapatkan masukan paling jujur, katanya.
Terkait isu-isu yang memicu aksi unjuk rasa, Pinnur Selalau, menekankan bahwa sebagian besar bersumber dari masalah ekonomi, kebijakan publik yang dinilai tidak pro rakyat, serta kekhawatiran terhadap pembatasan kebebasan sipil. Ia mengingatkan bahwa selama tidak ada saluran komunikasi yang sehat antara negara dan warga, potensi gejolak sosial akan terus ada.
Menutup pernyataannya, Pinnur Selalau, menyampaikan harapan agar Prabowo tidak melihat kritik sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Ia meyakini bahwa dialog terbuka, jika dilakukan dengan tulus dan tepat, akan memperkuat posisi pemerintah di mata rakyat, bukan sebaliknya.
Seorang pemimpin besar bukan diukur dari seberapa kuat ia menekan oposisi, tapi dari seberapa tulus ia membuka ruang diskusi bahkan dengan mereka yang tidak setuju dengannya. Itulah kepemimpinan sejati yang dibutuhkan Indonesia saat ini pungkas Pinnur Selalau.
Dengan meningkatnya suhu sosial dan politik di tanah air, usulan Pinnur Selalau, menjadi pengingat penting bahwa demokrasi bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang partisipasi dan keterbukaan. Kini, bola ada di tangan Presiden Prabowo apakah ia akan menjawab suara rakyat dengan telinga yang terbuka, atau justru membiarkan jarak antara istana dan jalanan semakin melebar. | Melly.