Evaluasi Akhir Tahun Gerakan Cinta Prabowo: Kartu Merah Untuk Menteri ‘Lemot’, Segera Reshuffle Kabinet!

waktu baca 2 menit
Sabtu, 20 Des 2025 00:56 282 AdminRadarcybernusantara

Radarcybernusantara. Id | Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H. Kurniawan, melontarkan kritik tajam dalam evaluasi akhir tahun terhadap kinerja jajaran Kabinet Merah Putih. Dengan nada geram, ia memberikan “Kartu Merah” kepada para menteri yang dinilai lamban, tidak peka, dan gagal menangani krisis kemanusiaan, khususnya dalam penanggulangan bencana banjir yang melanda wilayah Sumatra baru-baru ini.

Kegagalan Fatal di Sumatra:
Rakyat Sakit Hati Kurniawan menyoroti ketidaksiapan para pembantu Presiden dalam merespons penderitaan rakyat di lapangan. Ia menilai ada kesenjangan besar antara instruksi Presiden dengan eksekusi di tingkat kementerian.

“Saya beri kartu merah buat mereka yang lamban memberikan bantuan dan salah memberikan informasi ke Presiden,” tegas Kurniawan.

Menurutnya, para menteri terlihat “gelagapan” dan tidak memiliki skema mitigasi yang matang, sehingga bantuan terlambat sampai ke tangan korban banjir.

“Ini membuat rakyat sakit hati. Dalam kasus banjir ini, benar-benar para menteri tidak siap. Jangan sampai ini terulang kembali,” cetusnya dengan nada keras.

Desakan Reshuffle dan Merit Sistem

Lebih lanjut, H. Kurniawan menilai banyak menteri yang saat ini menjabat tidak mampu menerjemahkan visi besar Presiden Prabowo Subianto. Ia menganggap kehadiran menteri-menteri yang “tidak becus” hanya menjadi beban politik dan mempermalukan kewibawaan pemerintah.

Sebagai solusi konkret, Gerakan Cinta Prabowo mendesak Presiden untuk segera melakukan perombakan kabinet (reshuffle) secara menyeluruh. Kurniawan menekankan pentingnya penerapan merit system dalam menyeleksi orang-orang di lingkaran ring satu Presiden.

“Presiden baiknya me-reshuffle mereka-mereka yang buat malu dan tidak becus kerja. Kita harus pakai merit system. Kalau tidak, ya sama saja, tidak akan ada perubahan bagi bangsa ini,” ujarnya lugas.

Ancaman Terhadap Indonesia Emas 2045.

Kurniawan mengingatkan bahwa lambatnya ritme kerja kabinet saat ini bisa merusak target besar nasional, yakni Indonesia Adil Makmur dan Indonesia Emas 2045. Baginya, tim yang ada di lingkaran Presiden harus diisi oleh sosok yang paham teknis dan memiliki integritas kerja yang tinggi.

“Rusak kalau ritme kerja dan cara kerja seperti ini. Lihat, rakyat sudah kecewa dengan kabinet ini,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, H. Kurniawan memberikan peringatan keras kepada para pembantu Presiden dan orang-orang di lingkaran inti kekuasaan untuk segera berbenah sebelum kemarahan publik memuncak.

“Ini harus dicamkan oleh para pembantu Presiden dan orang ring satu. Jangan sampai rakyat marah. Tim di lingkaran Presiden mesti orang yang paham dan bisa kerja!” pungkasnya. |RBL

AdminRadarcybernusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!