Kehormatan DPRD Kabupaten Pesawaran Diciderai, Oknum Aleg Diduga Terlantarkan Wanita Selingkuhannya

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Jan 2026 14:07 273 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran, berinisial (TM) dari salah satu Partai politik besar, menjadi sorotan tajam publik, setelah dugaan perselingkuhannya dengan seorang wanita berinisial (RM) mantan Pemandu Lagu (PL) atau Ladies Companion (LC) yang berujung penelantaran dan intimidasi oleh oknum anggota DPRD tersebut terhadap (RM).

Kasus ini mencuat setelah wanita tersebut membuat Laporan Polisi di Polda Lampung, karena merasa ditelantarkan dan di persekusi oleh oknum anggota DPRD kabupaten Pesawaran tersebut beserta keluarganya.

Menurut pengakuan RM, dirinya mempunyai hubungan asmara terlarang dengan TM atas bujuk rayu dan janji manis tentang jaminan hidup.

Lebih lanjut RM mengungkapkan awal mula hubungan asmara terlarang dengan TM itu berawal dari permintaan TM agar dirinya berhenti bekerja sebagai LC dan akan dijamin kebutuhan hidupnya.

“Saya diminta berhenti kerja. Katanya semua kebutuhan hidup akan dia tanggung,” ujar RM kepada awak media.

Bahkan untuk meyakinkan RM, anggota DPRD yang juga berprofesi sebagai mantri Desa tersebut pernah mengajak RM dalam rangka study banding ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada akhir September 2025 yang lalu.

“Waktu studi banding ke Jogja, saya diajak. Tiga hari kami di sana, sudah seperti suami istri. Dari situ saya yakin dengan janji-janji dia,” terang RM.

Namun janji tinggal janji, setelah RM berhenti bekerja dan kehilangan sumber penghasilan, janji tersebut tidak lagi ditepati. RM mengaku hanya menerima bantuan sementara berupa pembayaran cicilan motor dan kebutuhan lain, sebelum akhirnya komunikasi terputus.

“Setelah itu tidak ada kabar. Bahkan saat saya mau kerja di tempat lain juga dilarang,” katanya.

RM juga menuturkan bahwa hubungan mereka awalnya berjalan baik, namun memburuk setelah pihak tempatnya bekerja mengetahui hubungan tersebut dan menginformasikannya kepada istri TM. Sejak itu, TM meminta RM bersabar dengan alasan ingin menenangkan keluarganya.

Puncak persoalan terjadi ketika RM mendatangi TM untuk menagih tanggung jawab. Alih-alih mendapat penyelesaian, RM mengaku justru mengalami intimidasi dan tekanan psikologis.

“Saya dijanjikan bertemu, tapi ternyata saya didatangi lima orang. Ada istrinya dan beberapa temannya. Saya dimaki, dihina, bahkan dipaksa menghapus foto dan video,” ucap RM.

RM mengklaim memiliki bukti hubungan berupa foto dan dokumentasi kebersamaan, termasuk saat menginap bersama di hotel, apartemen, dan kosan sejak Agustus hingga September 2025.

Atas kejadian tersebut, RM melaporkan dugaan persekusi dan penelantaran ke Polda Lampung, dengan harapan proses hukum berjalan objektif.

Dilansir dari Pangkalpinangpost.com, TM saat dikonfirmasi media menyampaikan bahwa fokus utamanya adalah menyelesaikan persoalan rumah tangganya.

“Alhamdulillah, masalah dengan istri sudah selesai. Itu yang paling penting. Soal laporan, silakan ikuti proses hukum,” ujar TM singkat.

TM juga membantah tudingan RM, dan menyebut justru dirinya yang merasa terganggu karena diduga berulang kali dimintai uang. Namun tudingan itu dibantah keras oleh RM.

“Itu cuma alasan dia untuk lepas tanggung jawab. Ini urusan kami berdua, tapi malah bawa orang lain dan menjelek-jelekkan saya,” tegas RM.

Atas kasus yang terjadi terhadap oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran tersebut, media RadarCyberNusantara.Id mencoba meminta tanggapan dari Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran, Achmad Rico Julian S.H., M.H., melalui pesan singkat Wattshappnya, Kamis (08/01/2026).

Rico mengatakan bahwa, dirinya sangat menyesalkan atas permasalahan yang menimpa salah satu anggotanya.

“Saya menyesalkan permasalahan ini, tapi nanti kita lihat dulu ya karena kalo diberita yang melaporkan wanita simpananya bukan Istrinya,dan sampai dengan sekarang di BK DPRD belum ada laporan dari istrinya/pihak yang merasa dirugikan,” ujar Rico.

Lebih lanjut Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran dari Partai Gerindra tersebut mengatakan bahwa, apabila ada laporan akan segera memerintah BK untuk klarifikasi.

“Apabila nanti ada Laporan pasti akan segera saya perintahkan BK untuk di Klarifikasi.” Ucap Rico.

Dugaan tindakan oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran tersebut sangat tidak mencerminkan prilaku seorang wakil rakyat, dan mencederai kehormatan Lembaga Legislatif Kabupaten Pesawaran. | Pnr.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!