Kopdes Merah Putih Ramai Bermunculan, Akankah Menggeser Peran BUMDes? Ini Perbedaannya

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Jan 2026 15:20 4 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Ribuan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) kini mulai berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Kehadirannya pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat desa: apakah Kopdes Merah Putih akan menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)?

Fenomena ini menjadi perbincangan hangat, terutama karena keduanya sama-sama bergerak di tingkat desa dan membawa misi peningkatan kesejahteraan warga. Namun jika dicermati lebih dalam, Kopdes Merah Putih dan BUMDes memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi hukum, cara kerja, hingga pengelolaannya.

Berbeda Dasar Hukum

Dari sisi regulasi, Kopdes Merah Putih dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden serta Surat Edaran Menteri Koperasi, dengan landasan prinsip koperasi. Sementara itu, BUMDes memiliki dasar hukum yang lebih kuat dalam Undang-Undang Cipta Kerja, dan secara resmi berstatus sebagai badan hukum milik desa.

Berbeda Cara Kerja

Perbedaan juga terlihat dari orientasi usaha. Kopdes Merah Putih menjalankan prinsip koperasi, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan langsung warga desa, seperti penyediaan sembako, layanan simpan pinjam, hingga pengelolaan hasil panen masyarakat.

Sebaliknya, BUMDes bergerak lebih luas dalam mengelola potensi dan aset desa, mulai dari sektor pariwisata, air bersih, energi, hingga perdagangan dan jasa lainnya yang bersifat strategis.

Modal dan Pengelolaan Tak Sama

Dalam hal permodalan, Kopdes Merah Putih tergolong fleksibel. Sumber dananya dapat berasal dari Dana Desa, APBN/APBD, hingga akses perbankan Himbara, dengan pengurus koperasi yang dipilih langsung oleh para anggota.

Sementara BUMDes umumnya bertumpu pada Dana Desa, meskipun diperbolehkan menerima penyertaan modal dari pihak luar. Pengelolaannya dilakukan oleh direktur atau pengurus yang dipilih melalui musyawarah desa, sehingga lebih melekat pada struktur pemerintahan desa.

Bersaing atau Saling Melengkapi?

Jika disederhanakan, BUMDes berfokus pada penguatan aset dan potensi ekonomi desa, sedangkan Kopdes Merah Putih hadir untuk melayani kebutuhan ekonomi harian warga. Meski berbeda pendekatan, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan desa yang mandiri, kuat, dan berkelanjutan.

Alih-alih saling menggantikan, para pengamat menilai Kopdes Merah Putih dan BUMDes justru dapat saling melengkapi dalam ekosistem ekonomi desa, asalkan dikelola secara transparan dan profesional.

Lalu menurut Anda, mana yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga desa? Atau justru kombinasi keduanya yang menjadi kunci kemajuan desa ke depan? | Pnr.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!