Tindakan Cepat Babinsa Koramil 410-04/TKT Dalam Peristiwa Anak Tenggelam Di Sungai

waktu baca 4 menit
Sabtu, 17 Jan 2026 21:16 6 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Dalam rangka menjalankan tugas pemantauan dan pengamanan lingkungan masyarakat, Babinsa Kelurahan Sawah Brebes Koramil 410-04/TKT, Sertu Fadli, melakukan tindakan cepat saat menemukan kejadian tragis anak tenggelam di Sungai Way Awi, Jalan Hanoman Kelurahan Jagabaya I Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, pada hari Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.30 WIB hingga selesai penanganan kasus pada pukul 14.25 WIB.

Kejadian yang menyayat hati ini bermula ketika seorang anak berusia 9 tahun bernama Abdul Rosyid Asady – yang tinggal di Jalan Romowijoyo Atas RT 13 LK 1 Kelurahan Sawah Brebes Kecamatan Tanjungkarang Timur (TKT) – mengajak tiga temannya, yaitu Al, Fahri, dan Faiz, untuk pergi mencari kelereng di sekitar Sungai Way Awi pada pukul 13.00 WIB. Setelah tiba di lokasi, anak-anak langsung turun ke sungai untuk mencari mainan kesukaan mereka. Tak disangka, tidak lama kemudian Abdul Rosyid Asady tiba-tiba membuka bajunya dan mencoba berenang, membuat teman-temannya terkejut karena tidak menyangka bahwa kedalaman air sungai di bagian tersebut cukup dalam untuk menyebabkan anak tersebut tenggelam.

“Saat kami mendengar teriakan minta tolong dari ketiga anak yang menyaksikan kejadian, saya langsung bergegas ke lokasi bersama beberapa warga sekitar,” ujar Bapak Indra, Kaling I Kelurahan Jagabaya I, yang menjadi salah satu orang pertama yang memberikan bantuan awal. Bersama sejumlah warga lainnya, mereka segera mengangkat korban dari dalam sungai dengan harapan masih bisa memberikan pertolongan pertama yang tepat.

Setelah korban berhasil diangkat dari air, tidak lama kemudian pihak berwenang mulai tiba di lokasi, antara lain Camat Way Halim, Camat TKT, Lurah Jagabaya I, Lurah Sawah Brebes, serta Babinsa Sertu Fadli yang langsung merespon panggilan darurat dengan sangat cepat. Tanpa menghiraukan kondisi yang penuh kesedihan dan ketegangan, Sertu Fadli bersama keluarga korban segera melakukan langkah pertolongan hidup berupa kompresi dada dan pernapasan buatan secara terus-menerus, berharap dapat mengembalikan nyawa sang korban.

“Sebagai Babinsa, tugas saya tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat dalam setiap kondisi, termasuk saat terjadi kejadian darurat seperti ini. Saya melakukan segala yang bisa saya lakukan dengan ilmu pertolongan pertama yang saya miliki, berharap bisa menyelamatkan nyawa anak tersebut,” ujar Sertu Fadli dengan suara penuh kesedihan setelah upaya penyelamatan dilakukan.

Sayangnya, meskipun upaya pertolongan telah dilakukan dengan sepenuh hati dan penuh tekad, kondisi korban tidak menunjukkan perbaikan apapun. Dengan cepat dan hati yang berat, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kampung Sawah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, pada pukul 14.25 WIB, petugas medis di puskesmas tersebut harus menyatakan bahwa Abdul Rosyid Asady telah meninggal dunia akibat tenggelam.

Identitas korban yang penuh harapan ini adalah anak dari Bapak Mardi Saputra (45 tahun), yang bekerja sebagai anggota Linmas Kelurahan Sawah Brebes. Kehadiran keluarga korban pada saat kejadian membuat suasana lokasi semakin menyakitkan hati, namun seluruh pihak yang terlibat tetap berusaha memberikan dukungan dan penanganan dengan sebaik mungkin.

Selain para petugas yang telah disebutkan, dalam penanganan kejadian ini juga turut hadir Kaling dan Ketua RT dari Kelurahan Jagabaya I serta Sawah Brebes, yang bersama-sama membantu menjaga ketertiban dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Kegiatan penanganan kejadian berjalan dalam keadaan aman dan kondusif, dengan seluruh pihak bekerja sama secara sinergis untuk menangani situasi dengan sebaik mungkin.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran Babinsa dan personel TNI AD tidak hanya dalam menjaga keamanan nasional, tetapi juga selalu siap menjadi benteng pertama bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Meskipun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, tindakan cepat dan tanggap yang dilakukan oleh Sertu Fadli serta seluruh pihak yang terlibat menunjukkan komitmen yang tinggi dalam melindungi masyarakat yang selalu mengedepankan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap tanah air dan rakyatnya.

“Kami sangat berduka atas kehilangan yang dialami oleh keluarga korban. Kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sumber air, serta memberikan edukasi tentang pentingnya keselamatan saat berada di dekat sungai atau badan air lainnya,” ucap salah satu petugas yang terlibat dalam penanganan kejadian.

Semoga jiwa almarhum Abdul Rosyid Asady dapat ditempatkan di sisi Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi kehilangan yang tidak terduga ini.| Red.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!