RadarCyberNusantara.Id |– Ada yang berbeda di perayaan Hari Jadi Kabupaten Tangerang ke-394 tahun ini. Di tengah gegap gempita yang jatuh pada 13 Oktober 2026, sebuah pesan cinta yang manis dan humanis datang dari meja seorang penegak keadilan.
Ia adalah Ali Akiram, S.H., M.H., Advokat dari Kantor Hukum Kacak Padan.
Bukan sekadar ucapan seremonial, bagi Ali Akiram, Tangerang adalah kisah tentang rumah kedua. Tempat di mana harapan dititipkan, keadilan diperjuangkan, dan keberkahan dicari.
“394 tahun. Bukan angka yang kecil. Dari 13 Oktober 1632, Tangerang telah menjelma dari sebuah wilayah bersejarah menjadi kabupaten yang gemilang dan membanggakan. Selamat ulang tahun, rumah keduaku,” ucapnya dengan tulus, Selasa (13/10/2026).
Putra asli Desa Surakarta, Abung Timur, Lampung Utara ini mengaku jatuh cinta pada keramahan dan keberagaman di Tangerang. Sebagai praktisi hukum, ia melihat Tangerang sebagai contoh nyata daerah yang damai dan kondusif.
“Tangerang mengajarkan saya arti toleransi yang sesungguhnya. Di sini, semua suku, agama, dan budaya hidup berdampingan dengan indah. Inilah modal utama kita untuk terus maju,” kenangnya.
Di momen penuh suka cita ini, Ali Akiram tak hanya mengucapkan selamat, namun juga menitipkan pesan persatuan yang menyentuh hati.
“Selaku praktisi hukum saya mengajak kita semua untuk bersama-sama membangun Kabupaten Tangerang sesuai dengan bidang dan kemampuan kita masing-masing. Salah satu pondasi utamanya adalah menjaga dan memperkuat rasa toleransi antarumat beragama. Dengan kerukunan, keberagaman, dan rasa saling menghormati yang terjaga, kita dapat menciptakan iklim daerah yang damai, kondusif, dan harmonis bagi seluruh masyarakat,” jelasnya dengan penuh ketulusan.
Baginya, tema HUT tahun ini, “Semakin Gemilang, Maju, Sejahtera, Bersinergi, Membangun untuk Rakyat” bukan sekadar tulisan di spanduk, melainkan doa dan janji bersama.
“Semoga di usia ke-394 ini, Tangerang semakin matang. Hukumnya semakin adil dan tegak, ekonominya semakin kuat, dan senyum masyarakatnya semakin lebar. Itu harapan terdalam kami,” tutupnya.
Sebuah ucapan yang manis dari seorang advokat yang tak hanya membela perkara di pengadilan, tapi juga merawat cinta pada daerah tempatnya mengabdi.
Penulis: Davi
Tidak ada komentar