RadarCyberNusantara.Id | – Bukan satu hari, bukan satu bulan. Sudah setahun penuh warga Desa Surakarta, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara hidup dalam rasa was-was.
Penyebabnya sepele tapi mematikan, kabel listrik PLN yang mengelupas dan menggantung, dibiarkan tanpa penanganan.
Kulit kabel yang seharusnya membungkus rapat aliran tegangan tinggi itu kini terkelupas, memperlihatkan isi yang bisa merenggut nyawa kapan saja. Ironisnya, kabel maut itu berada di area yang dilalui warga setiap hari.
“Kami sudah lapor ke PLN setahun yang lalu. Katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada yang datang. Kami takut, apalagi kalau hujan, takut ada anak-anak yang kesetrum,” keluh Yudo, warga setempat kepada, Selasa (20/10/2026).
Keluhan Yudo mewakili jeritan warga Surakarta lainnya. Mereka bukan meminta tiang listrik baru, bukan meminta gratisan listrik. Mereka hanya meminta rasa aman. Meminta hak dasar sebagai pelanggan yang taat membayar tagihan.
Namun setahun berlalu, laporan itu seolah menguap. Tak ada petugas yang datang memeriksa, tak ada kabel baru yang terpasang.
Warga pun bertanya-tanya, haruskah ada korban dulu baru ada tindakan? Haruskah ada anak kecil yang tersengat, atau rumah yang terbakar baru laporan itu dianggap penting?
Keselamatan warga seharusnya tidak bisa ditawar. Kabel terkelupas bukan sekadar kerusakan teknis, tapi ancaman nyata yang menggantung di atas kepala warga Desa Surakarta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Cabang Kotabumi belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang telah setahun mengendap tersebut.
Warga Desa Surakarta kini hanya bisa menunggu. Menunggu tindakan nyata, bukan janji. Karena bagi mereka, kabel yang mengelupas hari ini bisa menjadi petaka esok hari jika terus dibiarkan. (Dv)
Tidak ada komentar