RadarCyberNusantara.Id | Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti dunia pendidikan di wilayah barat Provinsi Lampung. SMA Negeri 1 Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, yang menjadi harapan ratusan siswa di kawasan Sekala Brak, kini berjuang dengan infrastruktur yang nyaris ambruk.
Berdasarkan data Dapodik Kemendikdasmen, SMAN 1 Batu Brak yang berakreditasi C memiliki 10 ruang kelas, namun 7 diantaranya dalam kondisi rusak berat. Mirisnya, ruang perpustakaan, ruang laboratorium IPA, dan ruang laboratorium komputer milik sekolah tersebut juga tercatat 100% rusak. Siswa terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di ruang yang tidak layak demi mempertahankan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan.
Melihat fakta tersebut, Pemerhati Pendidikan Lampung, Pinnur Selalau, mendesak anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Lampung, khususnya dari Dapil Lampung Barat, untuk lebih peduli dan tidak tutup mata.
“Kami meminta anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Lampung serta DPRD Kabupaten Lampung Barat, untuk tidak hanya sibuk dengan urusan politik di Bandar Lampung dan Jakarta. Turunlah ke Batu Brak, lihat langsung bagaimana anak-anak kita belajar di ruang kelas rusak berat. Ini bukan soal pencitraan, ini soal masa depan SDM Lampung,” tegas Pinnur Selalau, Rabu (14/10/2025).
Menurutnya, alokasi anggaran pendidikan 20% dari APBN dan APBD Provinsi Lampung seharusnya diprioritaskan untuk perbaikan sarana prasarana dasar, bukan hanya untuk proyek-proyek mercusuar di perkotaan.
“Jika Pemerintah Pusat tahun ini menganggarkan Rp16,9 triliun untuk revitalisasi 13.763 sekolah di seluruh Indonesia, pertanyaannya adalah, apakah SMAN 1 Batu Brak masuk dalam daftar itu? Jangan sampai SMAN 1 Batu Brak Kabupaten Lampung Barat ini seperti anak tiri. Padahal mereka juga punya hak yang sama untuk sekolah yang aman dan layak,” lanjutnya.
Pinnur Selalau mencatat, ketimpangan sarana ini secara langsung berdampak pada mutu pembelajaran. Tanpa ruang belajar yang aman dan nyaman, laboratorium yang berfungsi, tanpa perpustakaan yang layak, bagaimana mungkin siswa SMA Negeri 1 Batu Brak bisa bersaing di tingkat Kabupaten,Provinsi maupun Nasional?
Oleh karena itu, melalui kesempatan ini kami secara terbuka menuntut:
1. Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Barat untuk segera melakukan sidak dan menggunakan fungsi pengawasan untuk mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung memasukkan SMAN 1 Batu Brak dalam skala prioritas revitalisasi tahun anggaran 2026.
2. Anggota DPR RI Komisi X Dapil Lampung untuk mengawal anggaran revitalisasi di Kemendikdasmen agar tidak hanya berhenti pada sekolah-sekolah tertentu saja.
3. Gubernur Lampung untuk memastikan pemerataan pembangunan pendidikan hingga ke wilayah 3T dan penyangga, termasuk SMAN 1 Batu Brak.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Jika sarana prasarananya saja dibiarkan rusak berat bertahun-tahun, maka komitmen kita terhadap SDM unggul Indonesia Emas 2045 hanyalah omong kosong. Kami tunggu aksi nyata, bukan janji.” Tutupnya.
Sementara itu, saat awak media mengkonfirmasi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung terkait status perbaikan SMAN 1 Batu Brak, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Americo, mengatakan sudah diusulkan.
“Nunggu panggilan Bintek, Mudah-mudahan dapat Revitalisasi. Kami sudah monitor dan sudah kami usulkan.” Ujar Thomas singkat melalui pesan singkat Wattshappnya. | Red.
Dilihat: 0
Rekomendasi
Tidak ada komentar