Penulis: Pinnur Selalau
RadarCyberNusantara.Id | Di beberapa Sekolah dan OPD di Kota Bandar Lampung, pemandangan satu orang harus memimpin dua Sekolah dan beberapa OPD yang dipimpin oleh Pelaksana tugas (Plt) dalam waktu yang lama bukan lagi cerita baru. Krisis Kepala Sekolah dan krisis Kepala OPD definitif di daerah ini sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan.
Dinas pendidikan kota Bandar Lampung mencatat ada sekitar lebih dari 30 sekolah setingkat SDN dan SMPN yang kepala sekolah nya dipimpin oleh seorang Plt. Selain itu ada beberapa OPD yang hingga hari ini juga masih dipimpin oleh seorang Plt.
Pemerintah kota Bandar Lampung tidak memprioritaskan kualitas pendidikan sehingga keberadaan kepala sekolah definitif pun terpinggirkan. Andai ada alokasi penempatan yang terjadi peta kebutuhan kepala sekolah dan Kepala OPD pasti akan teratasi.
Kehidupan Kapitalisme sekuler saat ini membuat status kepala sekolah tak dihargai, dianggap sekedar kerja di bidang jasa tak lagi mulia. Sekolah kehilangan “regenerasi kepemimpinan.”
Krisis Kepala Sekolah dan Kepala OPD di Bandar Lampung adalah krisis kepemimpinan dan keberanian mengambil keputusan. Bukan tidak ada uang dan orang dari negara tapi sistem tata kelola yang salah.
Ini bukan soal menutup kekosongan formasi, tapi membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Dibutuhkan kebijakan yang menyentuh akar persoalan, bukan hanya mempercantik permukaan.
Jadi, Bandar Lampung butuh apa❓butuh arah.
Butuh kemauan untuk memberdayakan SDM yang ada. Butuh peta jalan yang jelas, dengan mengisi kekosongan Kepala Sekolah dan Kepala OPD definitif. Pendidikan terlalu penting untuk dijadikan eksperimen darurat.
Karena kalau masih diselesaikan dengan dengan pola kepemimpinan yang berstatus Plt, kita bukan sedang memadamkan api, kita cuma mengibasnya dengan kipas angin.
Bandar Lampung : 17 September 2026.
Editor : Elsa Azizah S.H.
Author : RadarCyberNusantara.Id
Tidak ada komentar