RadarCyberNusantara.Id | – Ada cerita pilu di balik hiruk pikuk persoalan eks Pasar Dekon Kotabumi yang hampir terlewatkan. Sejumlah anak dari pedagang di sana dikabarkan putus sekolah karena orang tua mereka tengah kesulitan ekonomi.
Potret pilu inilah yang dibawa Tokoh Masyarakat Lampung Utara, Frans Andaly, saat beraudiensi dengan Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Rabu (16/9/2026) di ruang rapat Bupati.
Frans datang didampingi Pembina DPD Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Faruk Danial, Ketua Pemuda Pancasila Awari Darwin, Sekretaris Ansori Dekati, dan Ketua Pospera Lampura Juani Adami.
Audiensi yang difasilitasi Polres Lampung Utara itu diterima langsung Bupati Hamartoni Ahadis, didampingi Kapolres AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., Wakil Bupati Romli, Sekdakab Intji Indriati, dan Kasat Intelkam AKP Joko Purnomo.
Di hadapan Bupati, Frans memohon agar Pemkab segera turun mendata berapa banyak anak pedagang yang putus sekolah.
“Anak-anak ini masa depan kita. Jangan sampai karena orang tuanya susah, mereka kehilangan hak untuk sekolah,” ujar Frans dengan suara bergetar usai pertemuan.
Ia berharap Pemkab hadir di tengah kesulitan pedagang. Bukan hanya soal bangunan pasar, tapi soal perut dan masa depan anak-anak mereka.
“Turun langsung, cek satu per satu pedagangnya. Data anak-anaknya. Bantu mereka agar bisa kembali bersekolah seperti biasa. Pemkab harus hadir,” pintanya.
Permintaan tulus itu disambut baik oleh Bupati Hamartoni Ahadis. Bupati merespon positif dan berjanji akan segera memerintahkan OPD terkait untuk mencari solusi terbaik.
“Alhamdulillah, Bupati menyambut baik saran kami. Beliau mengajak semua elemen bersama membangun Lampung Utara, tapi pembangunan yang tidak melupakan kesejahteraan rakyat kecil,” ungkap Frans.
Bagi Frans, ini bukan sekadar soal pasar. Ini soal kemanusiaan. Soal memastikan tak ada lagi anak di Kotabumi yang harus mengubur cita-citanya karena keadaan.
Penulis: Davi
Tidak ada komentar