RadarCyberNusantara.Id | – Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menegaskan bahwa keluarga harmonis, tangguh, dan taat hukum merupakan fondasi utama pengabdian seorang prajurit. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pertemuan Gabungan Persit Kartika Chandra Kirana Sejajaran Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten di GSC UIN JUSILA, Lampung Timur, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan ini memberikan dua bekal penting bagi anggota Persit: kesehatan mental keluarga dan kesadaran hukum, terutama terkait asusila dan KDRT.
Keluarga Tangguh Bukan Berarti Tanpa Masalah
Psikolog Octa Reni Setiawati, S.Psi., M.Psi., menegaskan keluarga tangguh bukanlah keluarga yang bebas masalah, melainkan yang mampu menghadapi tantangan bersama. Kuncinya adalah komunikasi yang baik, pengelolaan emosi yang sehat, dan dukungan antaranggotanya.
Taat Hukum, Jaga Kehormatan Diri dan Institusi
Serka (K) Fathir Pusparini dari Kumrem 043/Gatam mengingatkan pentingnya menaati hukum, menghindari kekerasan, serta menjaga kehormatan diri, keluarga, dan institusi. Kekerasan fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran rumah tangga tidak dapat dibenarkan dan berkonsekuensi hukum.
Mawas Diri di Tengah Perkembangan Zaman
Danrem mengajak keluarga besar TNI untuk mawas diri, menjaga sikap, dan bijak menyikapi perkembangan zaman.
“Keharmonisan keluarga harus dibangun melalui komunikasi yang baik, kepedulian, dan tanggung jawab bersama. Dengan keluarga yang kuat, kita dapat saling mendukung dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” pesannya.
Dari Keluarga Tangguh, Lahir Pengabdian Kuat
Kegiatan ini memperkuat pembinaan keluarga sebagai dukungan terhadap tugas prajurit. Persit berperan membangun lingkungan keluarga yang sehat, mendukung pendidikan anak, serta menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Dari keluarga yang tangguh, tumbuh semangat pengabdian yang semakin kuat bagi bangsa dan negara.
Tidak ada komentar