GERAM! Ketua Laskar Lampung Utara Tuntut Kadis Sosial Mundur Dari Jabatannya

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Jul 2026 13:38 41 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Amarah publik memuncak. Jelang HUT ke-80 RI, kasus Mbah Suminem di Desa Bindu, Kec. Abung Kunang justru membuka borok birokrasi Kabupaten Lampung Utara.

Nenek 70 tahun yang hidup sebatang kara itu hingga kini belum memiliki jamban. Ironisnya, saat warga dan DPC Laskar Lampung Utara mengadukan hal ini ke Dinas Sosial, respons yang datang justru paket sembako.

Menilai ini sebagai puncak ketidakbecusan, Ketua DPC Laskar Lampung Utara, Adi Candra, melontarkan tuntutan paling keras: Kepala Dinas Sosial Lampung Utara, Imam Hanafi, S.Pd. M.M., mundur dari jabatannya.

“Ini bukan lagi soal salah prosedur. Ini penghinaan terhadap kemanusiaan! Mbah Suminem menjerit minta jamban demi harga dirinya. Yang datang justru sembako. Itu artinya pejabat kita gagal paham dan tidak punya hati,” tegas Adi Candra dengan nada tinggi, Rabu (29/7/2026)

Atas nama nurani dan marwah birokrasi, kami DPC Laskar Lampung Utara menuntut Bapak Imam Hanafi mundur secara sadar dari jabatannya. Jika tidak mampu memahami penderitaan rakyat miskin, jangan paksakan diri duduk di kursi empuk.

Menurut Adi, kasus ini adalah bukti nyata pengentasan kemiskinan ekstrem di Lampung Utara hanya sebatas slogan dan kegiatan seremonial.

Kecaman juga diarahkan ke Pemerintah Desa Bindu. Aparat desa dituding lepas tangan dan membiarkan warganya hidup tanpa sanitasi layak.

Yang justru bergerak adalah Kasubsektor Abung Kunang, Aiptu Husni Tamrin. Ia bersama warga menggalang dana swadaya. Namun hasilnya jauh dari cukup.

“Kami sudah lapor desa, sudah bersurat ke Dinsos, sudah patungan. Janji Pemdes untuk nombok material? Zonk. Kalau hak dasar seperti jamban saja dipersulit, negara ini untuk siapa?” kecam Husni.

Viralnya kisah Mbah Suminem di grup “Lampung Utara Bangkit Bersama” membuat publik geram. “Malu kita mau upacara 17-an. Di depan mata ada nenek yang tidak bisa BAB dengan layak karena pejabatnya tidur,” ujarnya.

Laskar Lampung Utara tidak akan berhenti di tuntutan mundur. Mereka juga mendesak Inspektorat, Bupati, dan APH segera melakukan audit menyeluruh terhadap anggaran Dinas Sosial dan Dana Desa Bindu.

“Copot pejabat yang tidak pro rakyat. Audit semua bantuan sosial. Jangan sampai dana rakyat hanya jadi bancakan dan alat pencitraan,” pungkas Adi Candra.

Hingga berita ini diturunkan, Kadis Sosial Imam Hanafi dan Kades Bindu belum memberikan klarifikasi. Media ini membuka ruang seluas-luasnya untuk pihak terkait memberikan klarifikasi.

Penulis: Davi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!