Bandel! Truk Tronton Tebu Masih Hantam Jalur Kalicinta–Rejosari, Kadishub: Jangan Salahkan Kami Jika Ditindak Tegas

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jun 2026 15:37 28 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Meski sudah berkali-kali diperingatkan, truk tronton pengangkut tebu masih nekat melintasi ruas jalan Kalicinta–Rejosari yang kini mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut memicu keresahan warga dan membuat pemerintah daerah akhirnya mengambil sikap tegas.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Anom Sauni menegaskan bahwa jalur yang selama ini digunakan truk-truk bermuatan tebu bukanlah rute resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jalur resmi angkutan tebu seharusnya melalui Kalicinta menuju Simpang Bernah. Itu yang sudah kami sampaikan kepada para sopir maupun pemilik lapak,” tegas Anom, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, beberapa hari lalu Dishub bersama Satlantas Polres Lampung Utara telah mengumpulkan para sopir tronton, pemilik lapak tebu, singkong, serta pelaku usaha lainnya untuk diberikan arahan agar tidak lagi melintasi jalan poros Desa Kalicinta menuju Rejosari.

“Waktu itu sudah kami kumpulkan bersama Satlantas. Sudah jelas kami arahkan agar mereka tidak lagi lewat jalur tersebut dan beralih ke jalur Kalicinta–Bernah,” ujarnya.

Namun hingga kini, peringatan tersebut dinilai belum membuahkan hasil. Di lapangan, iring-iringan tronton bermuatan tebu masih terlihat rutin melintasi jalan yang kondisinya semakin memprihatinkan.

Anom pun mengeluarkan peringatan keras. Jika masih ditemukan truk tronton melanggar jalur yang telah ditentukan, petugas tidak akan segan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau tertangkap tangan masih melintas di sana, jangan salahkan kami jika diberikan tindakan tegas. Kami juga berharap para sopir tidak memancing amarah warga yang bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Dishub masih memberikan toleransi beberapa hari pasca-sosialisasi dan imbauan dilakukan. Namun apabila para pengusaha dan sopir tetap membandel, penegakan aturan akan segera diterapkan demi menjaga ketertiban dan meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, dampak dari aktivitas kendaraan bertonase tinggi semakin dirasakan masyarakat. Aspal di sejumlah titik ruas Kalicinta–Rejosari dilaporkan hancur, berlubang, dan membahayakan pengguna jalan.
Tak hanya itu, debu tebal yang beterbangan setiap kali truk melintas juga dikeluhkan warga karena mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Warga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum benar-benar serius menertibkan kendaraan berat yang masih nekat menggunakan jalur tersebut sebelum kerusakan jalan semakin parah dan memakan korban.

Penulis: Davi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!