RadarCyberNusantara.Id | – Keluhan warga Pekon Hanakau dan Tanjung Raya, Sukau, soal distribusi air PDAM Limau Kunci Cabang Sukau 2 berujung pada jawaban singkat dari Pemkab Lampung Barat.
Warga menuntut Direktur PDAM turun lapangan. Alasannya, air hanya hidup 1-2 hari seminggu, tagihan tanpa meteran Rp30.000 – Rp50.000, dan dugaan `jalur khusus` yang bikin air 1 rumah nggak pernah mati.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah Lampung Barat Drs Nukman MM membalas via WhatsApp, saat dikonfirmasi media ini. “Direkturnya belum ada…sabar y”, tulis sekda. Selasa (30/6/2026).
Kalimat itu memunculkan dua tafsir di publik.
Pertama, jabatan Direktur PDAM Limau Kunci memang belum terisi definitif. Artinya Cabang Sukau 2 berjalan tanpa nakhoda saat keluhan menumpuk.
Kedua, Direktur ada, namun tidak berada di tempat saat warga butuh dievaluasi.
Baik tafsir pertama maupun kedua, sama-sama menimbulkan tanda tanya besar. Jika posisi kosong, siapa yang bertanggung jawab mengambil kebijakan untuk Cabang Sukau 2? Jika ada orangnya tapi sulit ditemui, bagaimana keluhan warga bisa ditangani cepat?
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Lampung Barat belum menjelaskan secara rinci status pimpinan PDAM Limau Kunci saat ini, maupun langkah konkret untuk meratakan pasokan air di Sukau.
“Kami hanya minta keadilan air. Siapa pun pimpinannya, tolong turun,” ujar salah satu warga setempat.
Penulis: Davi-red
Dilihat: 6
Rekomendasi
Tidak ada komentar