RadarCyberNusantara.Id | Kabar pembangunan SDN Viral Batu Nyangka di Pekon Tanjung Raja Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, sempat menghebohkan publik. Kondisi sebelumnya memprihatinkan, bangunan kayu sederhana, beratap seng, jauh dari kata layak untuk tempat belajar anak-anak.
Kini, berkat gotong royong warga dan dukungan berbagai pihak, pembangunan sekolah permanen terus berjalan. Rencana akhirnya, sekolah baru itu akan segera digunakan untuk proses belajar mengajar yang lebih nyaman.
Tapi di balik kabar baik ini, ada catatan pahit yang tidak bisa diabaikan. Fakta bahwa sebuah sekolah dasar harus “viral” dulu baru tersentuh pembangunan, justru jadi cermin buram kebijakan pemerintah terhadap dunia pendidikan dasar di daerah.
SDN Batu Nyangka bukan satu-satunya. Di Tanggamus dan banyak daerah lain, masih ada sederet sekolah dengan kondisi serupa, berdinding kayu lapuk, tanpa fasilitas memadai, bahkan rawan ambruk. Jika tidak ada sorotan publik dan gerakan warga, berapa lama lagi mereka harus menunggu?
Pembangunan sekolah ini boleh diapresiasi, tapi tidak boleh menutupi kelalaian negara dalam memastikan pemerataan sarana pendidikan. Pendidikan dasar adalah hak, bukan hadiah bagi yang “beruntung” jadi viral di media sosial.
“Semoga dengan adanya sekolah baru ini, adik-adik semua bisa belajar dengan nyaman, semangat meraih cita-cita, dan menjadi generasi hebat kebanggaan Batu Nyangka”. Tulis bang taun konten kreator asal Lampung dalam poster unggahannya.
Harapannya sah. Tapi seharusnya, harapan itu tidak perlu menunggu viral, tidak perlu menunggu uluran tangan warga, dan tidak perlu menunggu kondisi sekolah sampai memprihatinkan dulu.
Pemerintah daerah dan pusat perlu menjawab, berapa banyak lagi SDN Batu Nyangka lain yang belum tersentuh? Sampai kapan infrastruktur pendidikan dasar harus bergantung pada belas kasih publik, bukan pada alokasi anggaran yang tepat sasaran?
SDN Viral Batu Nyangka hari ini berdiri sebagai bukti. Bukti semangat warga, sekaligus bukti nyata kelalaian negara terhadap sekolah-sekolah yang belum punya kesempatan untuk “viral”. (Dv)
Tidak ada komentar