RadarCyberNusantara.Id | – Jam dinding Toko BUMDes Tunas Mukti mungkin masih menunjuk angka 03.30 WIB pada Selasa (21/4/2026) beberapa hari yang lalu, warga Desa Sidomukti, Abung Timur, sedang lelap. Yang tidak tidur justru maling.
Dalam senyap, kamera CCTV di depan toko bumdes tiba-tiba menengadah ke langit. Bukan rusak. Numun diputar paksa oleh tangan yang sudah tahu persis letaknya. Detik berikutnya, gembok garasi berderak patah. Pintu kaca dicongkel. Toko milik warga satu desa itu jebol.
Paginya, Nur Rahmad, pelapor sekaligus pengelola bumdes hanya bisa gigit jari. Rak-rak dagangan kosong. Laci kas melompong. Yang lebih bikin warga geram: 6 STNK motor milik warga ikut raib.
“Total kerugian mencapai Rp48.571.501. Itu uang desa, uang warga. Belum lagi STNK. Warga jadi was-was motornya bakal digelapkan,” kata Kades Sidomukti, Eko Yudianto. Senin (27/4/2026).
Modus Rapi, Diduga Sudah Disurvei
Polisi menduga ini bukan maling amatir. Buktinya tiga: CCTV diputar duluan. Pelaku paham titik buta kamera. Sasar gembok & pintu garasi. Bukan pintu depan yang lebih ramai. Ambil STNK, Maling biasa incar uang. Ini bawa 6 STNK sekaligus: Honda Beat silver BE 5356 KI milik Eni Ratnawati, Vario merah BE 4735 KW milik Tugiono, X-Ride BE 2307 KL milik Lavia Eka Fitriyanti, hingga Beat biru hitam BE 5540 KI milik Sugiono.
“Modusnya terencana. Pelaku paham seluk-beluk toko,” ujar Eko.
Nafas BUMDes yang Terganggu
Toko BUMDes Tunas Mukti bukan minimarket biasa. Ia nadi ekonomi Sidomukti. Ibu-ibu belanja sembako, petani beli pupuk, pemuda nongkrong isi pulsa. Untungnya buat bangun desa.
Kini, napas itu tersengal. Rp48 juta lenyap berarti stok bulan depan terancam. Warga pemilik STNK pun cemas. “Motor satu-satunya buat ke kebun. Kalau STNK-nya dipakai buat nipu, gimana?” keluh salah satu korban yang minta namanya disamarkan.
Kasus ini sudah resmi di meja Polsek Abung Timur. LP/B/IV/2026/SPKT/POLSEK ABUNG TIMUR tertanggal 23 April 2026 jadi dasar Unit Reskrim bergerak.
Pertanyaan Warga: Seaman Apa Aset Desa?
Pencurian ini menyisakan PR besar: seaman apa aset BUMDes? CCTV bisa diputar, gembok bisa dijebol. Apakah desa perlu ronda digital, alarm, atau brankas khusus?
Sambil menunggu maling tertangkap, warga Sidomukti belajar satu hal pahit: membangun itu susah, menghancurkan cukup satu dini hari.
Kini setiap pukul 03.30 WIB, mungkin ada warga yang terbangun. Bukan karena adzan, tapi trauma. Di luar, Toko BUMDes Tunas Mukti masih gelap, menunggu keadilan. (Davi)
Tidak ada komentar