Warga Protes Menu MBG, Kinerja Sppg di Desa Surakarta, Abung Timur Dipertanyakan

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Apr 2026 19:37 5 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id |  – Program Makanan Bergizi (MBG) untuk ibu hamil dan balita di Desa Bangun Sari, Abung Surakarta, Lampung Utara, disorot tajam. Selama dua hari terakhir, penerima manfaat hanya mendapat susu kotak, pisang, dan buah pir. Menu minim itu dikeluhkan warga karena jauh dari kata “bergizi seimbang”.

Program dari pemerintah yang digadang-gadang untuk cegah stunting itu justru dipertanyakan kelayakan gizinya. Pasalnya, ibu hamil dan balita butuh asupan karbohidrat, protein hewani, dan sayur, bukan sekadar buah dan susu.

“Masak ibu hamil & balita dikasih itu doang. Mana lauk pauknya? Ini program gizi apa program cuci gudang buah?” ujar salah satu warga Bangun Sari yang minta namanya disamarkan, Selasa (22/4/2026).

*SPPG didesa Surakarta Jadi Sorotan*

Penyedia program, SPPG di Desa Surakarta, kini jadi sorotan. Warga menduga ada kelalaian dalam pemenuhan standar menu MBG. Mekanisme pengawasan dan kualitas bahan makanan pun dipertanyakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, paket MBG yang diterima warga selama dua hari berturut-turut isinya sama: susu UHT kotak kecil, satu buah pisang, dan satu buah pir. Tidak ada nasi, lauk, atau sayur yang menjadi komponen utama gizi seimbang.

Kondisi ini memicu dugaan SPPG di Desa Surakarta kurang maksimal menjalankan tugas. Padahal, kelompok sasaran MBG adalah kelompok rentan — ibu hamil dan balita — yang seharusnya jadi prioritas dengan standar kualitas tinggi.

*Tuntut Transparansi Anggaran*

Selain kualitas menu, warga juga menuntut transparansi anggaran dan pengelolaan program MBG. Mereka ingin tahu berapa nilai per paket makanan yang dianggarkan pemerintah, dan apakah isi paket yang diterima sudah sesuai nilai tersebut.

“Biar jelas, anggaran per orang berapa? Kalau cuma susu sama buah gini, kayaknya gak nyampe. Jangan sampai dana gizi disunat,” kata warga lain yang meminta namanya jangan dipublis.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait didesak segera evaluasi menyeluruh. Pasalnya, program MBG ini menyangkut upaya pencegahan stunting yang jadi program prioritas nasional.

Hingga berita ini ditayangkan, Rabu (22/4/2026), belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG yang berada di Desa Surakarta Desa Surakarta, Kecamatan Abung Timur,  maupun dinas terkait mengenai keluhan warga tersebut.

Kasus di Desa Bangun Sari ini membuka pertanyaan besar: apakah penyaluran bantuan gizi di Lampung Utara sudah tepat sasaran dan mutu, atau justru perlu pembenahan serius dari hulu ke hilir?

Hingga berita ini di tayangkan, belum diketahui jelas nama Sppg yang berada didesa tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak SPPG Desa Surakarta dan dinas terkait sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!