RadarCyberNusantara.Id | Dewan Pimpinan Pusat Laskar Lampung Indonesia (DPP LLI) mengecam keras pernyataan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) atas pernyataannya di media massa terkait jaringan pelaku curat (Begal) motor yang beraksi di Jawa Barat mayoritas dari Lampung.
Kecaman tersebut disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) Laskar Lampung Indonesia, Ir Nerozeli Agung Putra, yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen DPP LLI) Panji Nugraha S.H., di markas besar Laskar Lampung Indonesia di jalan Airan Raya, Lamban Gedung Kuning, Bandar Lampung, Kamis (30/07/2026).
Menurut Panglima Nero, panggilan akrab Ketum LLI itu, pernyataan KDM tersebut seolah-olah mendiskreditkan masyarakat Lampung.
“Laskar Lampung Indonesia mengecam keras pernyataan KDM itu, pernyataan tersebut sangat menyinggung perasaan masyarakat Lampung, karena seakan setiap pelaku kejahatan terutama begal motor itu adalah orang Lampung,” ujar Nero dengan nada geram.
Pernyataan KDM tersebut berpotensi merusak marwah orang Lampung pada khususnya dan masyarakat Lampung pada umumnya.
“Orang Lampung itu beradat dan bermartabat, jadi jangan dirusak oleh pernyataan yang merendahkan martabat orang Lampung, Hati-hati kalau mengeluarkan pernyataan di media massa atau media sosial apalagi beliau seorang Kepala Daerah, jangan sampai menimbulkan potensi konflik,” tegas Nero.
Masih menurut Nero, “Kita semua sepakat untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan termasuk begal motor, namun jangan setiap kejahatan terutama begal motor itu diidentikkan dengan orang Lampung. Karena di Lampung sendiri pelaku begal motor atau kejahatan lainnya tidak semuanya merupakan masyarakat Lampung,” kata Nero.
Untuk itu, Laskar Lampung Indonesia meminta kepada Gubernur Jawa Barat, KDM untuk meminta maaf secara terbuka di media massa kepada masyarakat Lampung atas pernyataannya tersebut.
“Laskar Lampung Indonesia dalam Hai ini meminta kepada Gubernur Jawa Barat tersebut untuk meminta maaf secara terbuka di media massa, atas pernyataannya tersebut yang telah menyinggung dan menyakiti perasaan orang Lampung,” tegas Nero.
Nero berharap, setiap pemimpin baik pusat maupun daerah agar menjaga setiap pernyataannya agar tidak menimbulkan kegaduhan yang dapat berpotensi terjadinya konflik sosial.
“Laskar Lampung Indonesia mengingatkan kepada seluruh pemimpin di Indonesia baik tingkat pusat maupun tingkat daerah untuk tidak membuat gaduh masyarakat dengan pernyataan-pernyataan yang kontroversial yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.” Tutup Nero.
Dikutip dari Liputan6. Com, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut mayoritas pelaku begal yang ditangkap aparat kepolisian di Jawa Barat merupakan bagian dari jaringan yang berasal dari Lampung.
Pernyataan itu disampaikan Dedi berdasarkan hasil koordinasinya dengan jajaran kepolisian terkait penanganan kejahatan jalanan di wilayah Jawa Barat.
“Jaringan begal itu kebanyakan, mohon maaf menyebut daerah, berasal dari Lampung yang tertangkap,” kata Dedi di TPPAS Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026).
Pewarta : Pnr.
Tidak ada komentar