EDITORIAL#25

Mengapa Kepala Desa sering dibenci, namun pada saat yang sama dirindukan. Jawabannya sederhana namun menyakitkan, “karena mereka memegang harapan terbesar masyarakat Desa.”
Ditangan seorang Kepala Desa, tersimpan kuasa untuk menata jalan yang berdebu menjadi rabat beton yang kokoh, tersimpan pula kuasa untuk merubah sekolah reot menjadi ruang belajar yang penuh mimpi.
Dan disetiap keputusan mereka ada hidup orang banyak yang menunggu hasilnya, maka tak heran ketika seorang Kepala Desa tidak Amanah luka masyarakat terasa makin dalam.
Ketika anggaran tak sampai ke Rakyat, ketika kebijakan berat sebelah, ketika kritik dianggap Ancaman, kecewa berubah menjadi benci. Sebab harapan yang dikhianati jauh lebih menyakitkan daripada janji yang tak pernah diucapkan.
Namun begitupun sebaliknya, ketika seorang Kepala Desa bekerja dengan Hati, Transparan dan adil, maka setiap langkahnya menjadi cahaya.
Rakyat melihat tangan yang benar-benar membangun, bukan sekedar meresmikan. Mereka menyaksikan pemimpin yang hadir, bukan hanya saat kampanye tetapi juga ketika saat hujan turun menenggelamkan sawah warga.
Dan pada saat masa jabatannya berakhir, Diam-diam dirindukan senyumnya, keberpihakannya, kebijakannya yang memihak yang lemah. Semuanya menjadi cerita “Dulu kita pernah pemimpin yang benar-benar peduli.”
Karena sesungguhnya, Rakyat tidak butuh Kepala Desa yang sempurna, mereka hanya ingin sosok yang jujur mengelola Amanah, Dan setia pada kepentingan Desa, bukan Kantong Pribadi.
Untuk para Kepala Desa yang Amanah, teruslah menjadi Teladan, biar kerja baik berbicara lebih lantang daripada fitnah. Karena kepercayaan yang kalian bangun hari ini, akan menjadi jejak yang menginspirasi pemimpin-pemimpin berikutnya.
Untuk Kepala Desa yang mulai terlena, masih ada waktu untuk berubah, sebelum rakyat berhenti berharap dan mulai mengingat anda hanya sebagai luka sejarah.
Karena pemimpin Desa yang baik memang terkadang dibenci, tetapi ketika ia pergi Dia-lah yang paling dirindukan.
Bandar Lampung : 7 November 2025.
Pinnur Selalau : Pimred Media RadarCyberNusantara.Id.
Tidak ada komentar