Vania Dwi Amanda: Siswi Kelas XI SMAN 3 Kotabumi yang Pulang Bawa 2 Medali dari Lampung Student Olympic 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 6 Mei 2026 10:10 2 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | — Nama itu kini dihafal lawan-lawannya. Vania Dwi Amanda. Siswi kelas XI 5 SMAN 3 Kotabumi. Umur 16 tahun. Tinggi tak sampai 160 cm. Tapi mentalnya setinggi langit-langit GOR.

Di Lampung Student Olympic 2026, ia turun di dua nomor bulu tangkis, Ganda Putri dan Tunggal Putri. Hasilnya? Emas di ganda, perunggu di tunggal. Dua medali dikalungkan ke satu leher dalam satu ajang. Yach di UIN Sprot Center Bandar Lampung 30 April hingga 2 mei 2026.

Itu bukan kebetulan. Itu hasil latihan jam 4 sore yang dibayar lunas.

Lawannya wakil sekolah-sekolah kota. Unggulan semua. Tapi Vania jalan ke lapangan tanpa gemetar.

Di nomor Ganda Putri, ia dan pasangannya seperti punya telepati. Koordinasi rapi, smash cepat, penempatan bola licik. Satu per satu lawan tumbang. Hingga akhirnya mereka di podium tertinggi. Juara 1.

Belum habis napas, Vania turun lagi di Tunggal Putri. Sendiri. Tak ada teman untuk diajak bisik-bisik. Hanya dia, raket, dan mental baja. Dari babak ke babak, ia libas. Sampai akhirnya terhenti di semifinal. Tapi tak pulang kosong. Perunggu ia genggam. Juara 3.

Dua podium. Satu atlet. Di ajang sekelas Lampung Student Olympic. Itu gila.

Usai pertandingan, Vania malah senyum malu-malu. Kausnya basah. Napasnya masih naik turun.

“Jujur deg-degan banget, apalagi lawan-lawannya kuat semua,” katanya.

Latihan itu tiap hari. Pulang sekolah, sepatu ganti, langsung ke lapangan. Teman-teman SMAN 3 Kotabumi dan guru olahraga jadi saksi keringatnya. Pelatihnya jadi algojo yang tak kasih ampun kalau footwork-nya malas.

Prestasi itu sampai ke meja Plt. Kepala SMAN 3 Kotabumi, Dr. Bambang Nopriadi, S.Pd., M.M. Ia tak bisa sembunyikan rasa bangganya.

“Kami sangat bangga dengan Vania. Dia tidak hanya membawa nama baik sekolah, tapi juga menjadi inspirasi. Bukti bahwa prestasi bisa diraih di bidang apa pun, asal ada kerja keras dan disiplin,” tegas Bambang.

Ia menyebut ini hasil pembinaan yang konsisten. Di SMAN 3 Kotabumi olahraga, seni, dan kepemimpinan dikasih panggung yang sama dengan Matematika dan Fisika. Fasilitas ada. Pelatih ada. Jam latihan terstruktur. Tinggal siswanya mau atau tidak.

Vania mau. Dan hasilnya: Lampung noleh ke Kotabumi.

Lampung Student Olympic bukan ajang tarkam. Ini kawah candradimuka atlet muda Lampung. Dari sini, tiket ke Kejurnas dibuka. Dari sini, nama-nama timnas lahir.

Dengan emas dan perunggu di leher, Vania kini bukan lagi sekadar “siswi SMAN 3”. Ia aset Lampung Utara. Ia bukti bahwa talenta tak kenal alamat. Bahwa dari sekolah di luar Bandar Lampung pun, juara bisa lahir.

Dua medali itu berat. Tapi lebih berat lagi harapan yang kini ia pikul, membawa nama Lampung ke level nasional.

Dan kalau lihat tatapannya saat bicara “tidak mudah menyerah”, seisi Lampung Utara percaya, Vania belum selesai. (Davi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!