Lobi ke Jakarta, Bupati Hamartoni Pastikan Lampura Kebagian Program Sekolah Rakyat 2026

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 00:39 4 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., tak tinggal diam demi warganya. Bupati langsung melobi ke pusat dengan menyambangi Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di kantor Kemensos, Jakarta. Jum’at (8/5/2026)

Hasilnya manis. Lampung Utara dipastikan menjadi salah satu daerah yang akan menjalankan Program Strategis Nasional “Sekolah Rakyat” di tahun 2026, bersama Kabupaten Lampung Barat.

Pertemuan strategis itu dihadiri langsung oleh Mensos yang akrab disapa Gus Ipul. Bupati Hamartoni datang tidak sendiri, ia didampingi jajaran kunci, Asisten I Mat Soleh, Kadis Sosial Imam Hanafi, Plt. Kadis Perkimciptaru Dirgantara, dan Kabag Protokol RA. Habibie.

Turut memperkuat rombongan, hadir pula tokoh-tokoh NU, Prof. Dr. Mukri dan K.H. Muhidin dari PBNU, serta Ketua PCNU Lampura K.H. Son Haji Aziz.

Dalam pertemuan itu, Gus Ipul menitipkan pesan penting soal Sekolah Rakyat. Program pendidikan gratis berasrama ini wajib tepat sasaran.

Jika sudah terealisasi, pastikan siswa-siswinya betul-betul masyarakat Lampung Utara yang berada pada Desil 1 dan Desil 2. Mereka yang paling membutuhkan.

Desil 1 dan 2 adalah kategori warga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Artinya, Sekolah Rakyat ini memang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan dari keluarga paling rentan di Lampura.

Tak hanya soal Sekolah Rakyat, Bupati Hamartoni juga memanfaatkan momen itu untuk “jemput bola” bantuan. Sejumlah proposal usulan program bantuan sosial dari Dinas Sosial Lampura diserahkan langsung ke Mensos.

Bupati berharap, Kemensos dapat mendukung penuh usulan tersebut demi meningkatkan kesejahteraan warga Lampura.

Di sisi lain, Gus Ipul juga mengingatkan Pemkab Lampura untuk mengoptimalkan pemutakhiran DTSEN. Ia meminta operator desa/kelurahan aktif meng-update data, lalu di-ground check oleh pendamping PKH.

Tujuannya satu, agar data penerima bantuan bisa tepat sasaran dan tepat guna. Jangan sampai yang berhak malah tidak dapat.

Langkah Bupati Hamartoni ini menunjukkan komitmen “jemput bola” ke pemerintah pusat. Daripada menunggu, lebih baik aktif melobi demi memastikan program nasional mendarat dan membawa manfaat nyata bagi warga Lampung Utara. (Dv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!