RadarCyberNusantara.Id | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program mulia dari pemerintah pusat. Tujuannya jelas dan sangat kami dukung, mencegah stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.
Namun, pelaksanaan di SDN 1 Bandar Abung, Kecamatan Abung Surakarta, pada Jumat (8/5/2026), menyisakan catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama.
Kendala Teknis: Siswa Harus Kembali ke Sekolah
Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswa-Siswi SDN 1 Bandar Abung dipulangkan pada pukul 10.00 WIB sesuai jadwal hari Jumat. Akan tetapi, paket MBG baru tiba di sekolah pukul 13.00 WIB.
Akibatnya, para siswa diminta kembali lagi ke sekolah untuk mengambil jatah makan siangnya. Kondisi ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi para orang tua, mengingat anak harus menempuh perjalanan di siang hari dalam kondisi cuaca terik.
Catatan Soal Porsi dan Kecukupan Gizi
Setelah menempuh perjalanan pulang-pergi, porsi MBG yang diterima siswa terdiri dari, tempe dua iris tipis, tahu dua biji berukuran kecil, dan daging ayam satu potong kecil. Tanpa nasi, sayur mayur atau pun buah segar.
Untuk anak usia pertumbuhan dengan aktivitas fisik tinggi, tentu porsi ini mengundang pertanyaan dari para orang tua mengenai kecukupan asupan gizi, khususnya protein hewani, sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
Harapan untuk Perbaikan Bersama
Kami meyakini tidak ada niat buruk dalam pelaksanaan program ini. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara jadwal pengiriman dengan jadwal sekolah, serta porsi yang perlu ditinjau kembali.
Program MBG dibiayai oleh uang negara. Maka, sudah sepatutnya pelaksanaannya memenuhi tiga prinsip: Tepat Waktu, Tepat Sasaran, dan Tepat Gizi.
Jika kendalanya ada pada pihak penyedia atau vendor, kami berharap ada evaluasi menyeluruh. Jika skema distribusi yang belum sesuai, mungkin perlu disesuaikan agar anak-anak tidak perlu bolak-balik dan dapat menerima makanan dalam kondisi layak serta bergizi.
Melalui pemberitaan ini, kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, Badan Gizi Nasional, dan pihak Inspektorat dapat menjadikan kejadian di SDN 1 Bandar Abung sebagai bahan evaluasi.
Tujuannya agar program MBG ke depan berjalan lebih baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sebagai penerima utama.
Sebab anak-anak adalah amanah. Hak mereka untuk mendapat gizi yang cukup dan rasa aman dalam menempuh pendidikan adalah prioritas kita bersama. (Dv)
Tidak ada komentar