Pusaran Skandal Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: 21 Orang Disikat KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Bukti

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Jul 2026 21:18 2 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus dugaan suap proyek dan praktik jual-beli jabatan yang menyeret Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Latar belakang pengungkapan ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

”Kegiatan penyelidikan tertutup ini berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh Bupati terkait sejumlah proyek di wilayah Kabupaten Pemalang,” ujar Budi. “Selain proyek, penerimaan tersebut diduga kuat berhubungan dengan praktik jual-beli jabatan,” ujarnya.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, tim penindak KPK berhasil mengamankan total 21 orang dari berbagai lokasi terpisah, 5 orang ditangkap di Jakarta, 15 orang diamankan di Pemalang, dan 1 orang diringkus di Purworejo.

”Seluruh pihak yang diamankan dijadwalkan tiba di Gedung Merah Putih KPK antara siang hingga sore ini untuk menjalani pemeriksaan intensif,” jelas Budi.

Selain mengamankan belasan terperiksa, penyidik turut menyita barang bukti berupa uang tunai senilai lebih dari Rp2 miliar yang diduga kuat berkaitan dengan pusaran suap tersebut.

Jatuhnya Anom dalam jerat operasi senyap ini lantas memantik rasa penasaran publik terhadap rekam jejak karier, rekam jejak politik, hingga pundi-pundi kekayaan sang Bupati. Berikut ulasan selengkapnya.

Meski kini memimpin di Jawa Tengah, Anom Widiyantoro menghabiskan masa mudanya di Jawa Barat. Ia mengemban pendidikan dasar hingga menengah di wilayah Cimahi dan Bandung.

Di jenjang perguruan tinggi, Anom menuntaskan studi S1 Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada 1996. Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana dan meraih gelar Magister Ekonomi dan Bisnis (Ekbis) di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada 2005.

Di panggung politik, Anom resmi dilantik sebagai Bupati Pemalang bersama wakilnya, Nurkholes, pada 20 Februari 2025. Pasangan ini melagang ke kursi pimpinan daerah dengan sokongan koalisi besar yang terdiri dari Partai Golkar, Perindo, PSI, Gelora, dan Partai Buruh.

Berdasarkan penelusuran pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 29 Juli 2026, Anom tercatat mengantongi total kekayaan mencapai Rp21,3 miliar.

Nilai kekayaan yang terbilang fantastis ini tak lepas dari rekam jejak panjangnya di korporasi plat merah. Mengutip situs resmi Pemkab Pemalang, pria kelahiran 20 Maret 1970 ini memiliki rekam jejak profesional di lingkungan BUMN selama lebih dari dua dekade.

Anom pernah meniti karier di PT WIKA (Persero) Tbk sejak 1996 hingga 2021 dengan menduduki berbagai posisi strategis mulai dari Staf Ahli, Internal Auditor, Manajer Keuangan dan Operasi Departemen Luar Negeri, hingga General Manager. Sebelum akhirnya melenggang ke panggung politik, Anom sempat menjabat sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko di PT Hotel Indonesia Property (PT Hipa) periode 2021–2024.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!