Roadshow Kadisdikbud Lampung: Pendidikan Bersih Dimulai dari Sekolah

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 17:55 47 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Pagi itu halaman SMKN 3 Kotabumi diisi barisan siswa Paskibra. Tangan mereka memegang baki berisi kain tapis. Begitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, turun dari mobil dinas, salam sembah pun disampaikan. Rabu (3/5/2026).

Momen itu bukan sekadar seremoni, ia jadi pembuka roadshow Kadisdikbud Lampung ke sejumlah SMK-SMA di Lampung Utara, yang tahun ini mengusung misi besar, membangun pendidikan yang bersih, unggul, dan berkarakter.

*Memulai dari Nilai, Bukan Sekadar Aturan*

Bersama KPK, Disdikbud Lampung menggelar “Sosialisasi Pencegahan Korupsi pada Satuan Pendidikan Menengah”. Ratusan kepala sekolah dan guru SMA/SMK se-Lampung Utara hadir, tujuannya satu, memastikan sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tapi juga tempat menanamkan integritas.

“Kita ingin menanamkan budaya kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas sejak dini. Sekolah harus jadi garda terdepan sekaligus benteng utama dalam pencegahan korupsi,” tegas Thomas di hadapan peserta.

Ia mengajak semua pihak bergerak serentak. “Mari wujudkan pendidikan lebih bermutu lewat kedisiplinan, kolaborasi, dan komitmen bersama demi mencetak SDM Lampung yang unggul dan berkarakter.”ujarnya

*Tapis sebagai Pengingat*

Penyambutan adat yang diterima Thomas di SMKN 3 Kotabumi ternyata punya makna lebih dalam. Ketua MKKS SMK Lampung Utara, Hamron Roiya, menyebut tapis dan salam sembah sebagai simbol pengingat.

“Integritas sejati berakar dari penghormatan terhadap nilai luhur bangsa dan pembiasaan kejujuran dalam setiap tindakan, sekecil apa pun,” paparnya

Tim penyuluh KPK, Yusrijal menambahkan, penguatan pemahaman warga sekolah terhadap bahaya korupsi dan tata kelola bersih sangat krusial. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemprov Lampung yang menjadikan Pendidikan Antikorupsi sebagai muatan lokal wajib di semua jenjang.

*Pembelajaran dari Roadshow*

Ada tiga hal yang bisa dipetik dari langkah Kadisdikbud Lampung kali ini.

Pertama, budaya dan pendidikan harus berjalan beriringan. Penyambutan adat di awal acara menunjukkan bahwa nilai lokal bisa jadi pintu masuk untuk menanamkan nilai universal seperti kejujuran.

Kedua, integritas dimulai dari hal kecil. Membiasakan transparansi dalam pengelolaan dana sekolah, kejujuran saat ujian, dan keberanian melaporkan praktik tidak wajar adalah fondasi antikorupsi.

Ketiga, pemimpin harus turun langsung. Roadshow Thomas tidak berhenti di Kotabumi. Ia melanjutkan ke SMAN 4, SMAN 1, SMAN 3 Kotabumi, hingga SMA di Kecamatan Abung Selatan. Monitoring langsung jadi bukti komitmen, bukan hanya pernyataan di atas kertas.

*Penutup: Investasi Jangka Panjang*

Dengan pembuka penuh budaya Lampung dan pesan antikorupsi yang jelas, Disdikbud Lampung dan KPK optimis melahirkan generasi pelajar yang cerdas sekaligus berkarakter.

Karena pada akhirnya, pendidikan bersih dan unggul tidak dibangun dalam semalam. Ia dimulai dari salam sembah, dari tapis yang diserahkan siswa, dari komitmen yang diulang setiap hari di ruang kelas.

Penulis: Davi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!