Thomas Amirico dan D SMART: Mengantar Siswa Lampung Menuju Masa Depan dengan Data

waktu baca 3 menit
Minggu, 31 Mei 2026 17:51 6 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id |Di tengah hiruk pikuk penerimaan murid baru, Disdikbud Provinsi Lampung memilih jalan yang berbeda. Bukan sekadar membuka pendaftaran, tapi merancang sistem yang lebih adil di pintu masuk, dan lebih cerdas dalam mengarahkan masa depan siswa.

Langkah itu disampaikan langsung Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico saat menjawab tiga pertanyaan krusial jelang SPMB 2026/2027.

“Dari tahun kemarin kami sudah menghapuskan uang komite agar siswa miskin terbantu,”kata Amirico. Kalimat sederhana itu jadi bukti nyata komitmen Disdikbud memotong beban biaya yang selama ini sering jadi penghalang anak kurang mampu mengenyam pendidikan SMA/SMK negeri.

Keberpihakan itu diperkuat dalam Juknis SPMB 2026/2027. Jalur Afirmasi diberi kuota 30% khusus siswa pemegang PKH, KKS, dan KIP. Sementara jalur Prestasi mendapat porsi terbesar, 35%, dan tahun ini pintu SMA Unggul benar-benar dibuka lebar.

“Semua anak yang berprestasi boleh mendaftar di sekolah unggul kita melalui jalur prestasi,” ungkap Thomas saat membalas pesan dari media radarcybernusantara.id , Minggu (31/5/2026).

Tapi Disdikbud Lampung tidak berhenti di keadilan akses. Tantangan berikutnya, memastikan siswa yang masuk benar-benar diarahkan ke jalan yang sesuai potensinya. Jawabannya ada pada satu inovasi yang disebut Amirico sebagai langkah revolusioner, D SMART.

*D SMART, Kompas Baru Generasi Digital*

D SMART adalah singkatan dari Data Standardisasi Mutu Akademik Regional Terpadu. Bukan ujian kelulusan, tapi cermin besar untuk melihat sejauh mana siswa SMA/SMK/MA di Lampung siap menghadapi dunia digital dan kerja abad 21.

Tes berbasis komputer ini akan diikuti serentak siswa kelas X, XI, dan XII. Hasilnya diolah Balai TIK Disdikbud menjadi data yang bisa langsung dipakai sekolah dan pemerintah.

Untuk kelas X, D SMART jadi kompas awal melihat modal dasar siswa. Kelas XI jadi alat evaluasi, apakah metode belajar setahun terakhir berhasil. Dan untuk kelas XII, inilah yang paling penting.

“Untuk kelas 12-nya kita pasang passing grade. Kemudian kita test siswanya, dan scorenya kita analis. Dan kita arahkan memilih jurusan yang realistis sesuai kompetensi,” jelas Amirico.

Ini jawaban atas keresahan banyak orang tua, anak lulus SMA tapi bingung mau kuliah apa, atau salah pilih jurusan. Kini, Disdikbud Lampung punya data untuk membimbing, bukan memaksa.

D SMART lahir dari kolaborasi Disdikbud, Balai TIK, dan sekolah. Harapannya, program ini jadi model asesmen digital daerah yang meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat prestasi siswa. “Dengan data yang lebih terukur dan sistem yang lebih modern, sekolah akan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21,” imbuhnya

*Menuju Pendidikan yang Tidak Lagi Meraba-raba”*

Dengan kombinasi penghapusan uang komite, pembukaan jalur prestasi, dan peluncuran D SMART, SPMB 2026/2027 di Lampung bukan lagi sekadar seleksi. Ini langkah awal membangun ekosistem pendidikan yang adil di pintu masuk, dan cerdas dalam prosesnya.

Sebanyak 354 SMA/SMK negeri dengan daya tampung hampir 89 ribu siswa siap menerima pendaftar. Sistemnya gratis, tanpa titip, tanpa calo. Dan yang terpenting, kini ada data untuk memastikan setiap siswa melangkah ke masa depan dengan arah yang tepat.

Seperti kata Thomas Amirico, dunia sudah berubah. Anak-anak Lampung adalah digital natives. Maka, instrumen pendidikan pun harus ikut berubah, cerdas, adaptif, dan mampu membaca potensi mereka yang sesungguhnya.

Penulis: Davi rcn.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!