RadarCyberNusantara.Id | – Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, Bupati Tulang Bawang Barat Ir. H. Novriwan Jaya, S.P., memilih menempa diri. Ia mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang digelar Lemhannas RI bersama Kemendagri dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) pada 14–28 Juli 2026 di Jakarta dan Singapura.
KPPD bukan sekadar pelatihan. Ini adalah program strategis nasional yang diikuti 85 kepala daerah dari seluruh Indonesia. Tujuannya satu, melahirkan pemimpin daerah yang visioner, adaptif, dan mampu menerjemahkan visi Indonesia Emas 2045 ke dalam kebijakan nyata di daerah.
Di era disrupsi dan geopolitik global, kepala daerah dituntut tidak hanya jadi administrator. Tapi juga jadi inovator dan pemimpin yang punya daya juang tinggi, demikian semangat yang digaungkan selama pembekalan.
Selama di Lemhannas RI, para kepala daerah digembleng dengan materi kebangsaan. Mulai dari ketahanan nasional, integritas kepemimpinan, komunikasi publik krisis, hingga tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ada juga Leadership Bonding untuk menguji soliditas dan kecepatan mengambil keputusan di situasi genting.
Pembelajaran berlanjut di Singapura lewat Executive Training Program. Di sana, para pemimpin daerah belajar langsung praktik terbaik, transformasi digital pemerintahan, pembangunan berkelanjutan, hingga skema kemitraan pemerintah-swasta. Semua ilmu itu menjadi “oleh-oleh” untuk dibawa pulang dan disesuaikan dengan karakter daerah.
Sebagai bukti komitmen, setiap peserta wajib menyusun Rencana Aksi (Renaksi). Dokumen ini akan menjadi peta jalan implementasi hasil KPPD di daerah masing-masing dan dipresentasikan di akhir program.
Bupati Tulang Bawang Barat menyebut KPPD sebagai investasi penting bagi masa depan daerah.
“KPPD membuka cakrawala berpikir kami. Dari sini kami belajar membaca tantangan pembangunan secara utuh, lalu merumuskannya menjadi langkah strategis yang aplikatif. InsyaAllah, ilmu dan jaringan yang kami dapat akan kami gunakan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” tegas Novriwan.
Partisipasi dalam KPPD juga menjadi penegasan komitmen Pemkab Tulang Bawang Barat dalam mendukung agenda nasional. Mulai dari penguatan tata kelola, percepatan transformasi digital, hingga peningkatan daya saing daerah.
Dengan bekal baru dari KPPD, Pemkab menargetkan kebijakan ke depan akan lebih kolaboratif, inovatif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Selaras dengan visi Tulang Bawang Barat, Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berdaya Saing.
Penulis: Davi
Dilihat: 16
Rekomendasi
Tidak ada komentar