RadarCyberNusantara.Id | – Rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Provinsi Lampung resmi tuntas. Mulai PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, hingga SLB baik negeri maupun swasta, prosesnya berjalan lancar dan tertib.
Keberhasilan lintas jenjang ini mendapat apresiasi dari Ketua DPC Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Kabupaten Lampung Utara, Jauhari Saleh SE.
“Ini prestasi luar biasa. SPMB tahun ini berjalan sangat transparan, akuntabel, dan minim celah. Sistem online untuk jenjang SMA, SMK, SLB baik negeri maupun swasta di seluruh Lampung telah membuktikan bahwa digitalisasi pendidikan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujar Jauhari, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Jauhari, digitalisasi ini adalah bukti nyata komitmen Pemprov Lampung melalui Disdikbud Provinsi dalam menjamin pemerataan akses pendidikan yang adil.
Apresiasi yang sama juga ia sampaikan kepada Pemkab Lampung Utara dan Disdik Kabupaten Lampung Utara. Di bawah koordinasi Pemkab, SPMB untuk jenjang SD, MI, SMP, dan MTs di Lampung Utara juga sukses. Termasuk PAUD dan TK yang pelaksanaannya tertib.
“Kami melihat kerja luar biasa dari Pemkab dan Disdik Lampung Utara. Sosialisasi dilakukan masif sampai ke desa, helpdesk aktif, dan pelayanan di lapangan sangat humanis. Orang tua merasa dimudahkan dan tidak kebingungan lagi,” jelasnya.
Jauhari juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Kepala Sekolah, dewan guru, dan panitia SPMB se-Provinsi Lampung.
“Dari yang mendampingi anak PAUD pertama kali daftar sekolah, sampai panitia SMA yang begadang verifikasi data. Dedikasi Bapak/Ibu adalah kunci utama suksesnya SPMB tahun ini,” tegasnya.
Meski mengapresiasi, Jauhari tetap memberi catatan. Ia berharap ada evaluasi terkait pemerataan akses internet dan penguatan sosialisasi di daerah 3T – Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
“Masih ada orang tua di pelosok yang kesulitan akses sistem online dan kurang paham alur pendaftaran. Pemprov dan Pemkab perlu tambah titik layanan bantuan dan posko SPMB di kecamatan, serta gandeng perangkat desa untuk sosialisasi door to door,” katanya.
“Dengan semangat kolaborasi yang sudah terbangun, kekurangan ini bisa segera dibenahi. Tujuannya satu, agar tidak ada satu anak pun yang tertinggal karena kendala teknis,” imbuhnya.
Di akhir, Jauhari berharap keberhasilan SPMB 2026/2027 ini jadi standar baru tata kelola pendidikan di Lampung.
“Jika dari awal masuk sekolah saja sudah tertib dan transparan, insyaAllah 12 tahun ke depan juga berkualitas. Kami optimis Lampung akan melahirkan generasi emas yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Penulis: Davi
Tidak ada komentar