Diduga Pekerjaan Revitalisasi SD Negeri 2 Kejadianlom Carut-Marut, Masyarakat Desak Tipidkor Turun Tangan

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Sep 2026 12:34 3 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | Pekerjaan revitalisasi di SD Negeri 2 Kejadianlom diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Berikut rincian anggaran yang tertuang dalam dokumen proyek:

1. Rehabilitasi ruang kelas (tingkat kerusakan sedang): Rp429.233.300
— Rincian: Ruang Teori/Kelas Rp277.160.500; Ruang Teori/Kelas Rp202.072.500
2. Pembangunan Ruang UKS: Rp189.868.400
3. Pembangunan Ruang Perpustakaan: Rp243.069.000
4. Rehabilitasi ruang administrasi (tingkat kerusakan sedang): Rp249.355.200

Total keseluruhan anggaran: Rp1.111.524.600

Berdasarkan pemantauan langsung di lokasi, pelaksanaan pembangunan dinilai sangat memprihatinkan dan jauh dari standar yang dijanjikan.

“Pekerjaan dinding dilakukan tanpa pelapisan plester terlebih dahulu, melainkan langsung diaci. Kusen bagian belakang pun terlihat masih menggunakan kusen kayu bekas, tidak diganti baru,” ungkap pegiat sosial, Bang Aji, kepada media.

Sejumlah temuan kelalaian dan dugaan pelanggaran spesifikasi antara lain:

– Material pasir diduga tidak layak pakai dan tidak lolos uji laboratorium;
– Lem perekat bata ringan (hebel) diduga tidak memenuhi standar SNI;
– Tiang cor tidak dibongkar secara menyeluruh, melainkan hanya ditutup lapisan semen;
– Kusen jendela depan menggunakan kayu medang yang banyak berlubang, bukan kayu berkualitas.

Karena itu, Bang Aji memohon kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, khususnya Tim Tipidkor, untuk turun langsung memeriksa pelaksanaan proyek tersebut.

“Lokasi ini cukup terpencil sehingga sulit dipantau. Dengan anggaran miliaran rupiah, hasil yang kami lihat sungguh tidak pantas. Apalagi sekolah ini hanya berisi sekitar 4 siswa-siswi,” tegasnya.

Lebih lanjut media ini meminta konfirmasi kepada Kepala sekolah bapak ismail mengatakan”iya pak benar untuk kusen tersebut kami pakai kayu medang karena situasi kami di Gunung kalau pakai bahan almunium takut terbang ,dan untuk pasir kami beli dari Pringsewu pak,dan untuk cor cor tiang tersebut emng tidak diganti namun saat ini sudah rapi kami sudah plaster kembali .dan untuk dinding tersebut emng tidak di lakukan plaseteran karena itu sudah pakai hebel pak dan perlu diketahui juga bahwa ongkos langsir matrial cukup mahal pak karena kami di gunung .ujar kepsek

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

Close Welcome Bar
error: Content is protected !!