Anggaran Rp2,3 Milyar Dana Bos SMAN 2 Liwa Jadi Sorotan, Sumber Sebut Ada Dugaan LPJ Fiktif

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 15:38 3 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 2 Liwa selama 3 tahun terakhir menjadi tanda tanya besar dan sorotan publik.

Berdasarkan data resmi penyaluran, total dana yang diterima SMAN 2 Liwa dari 2023 sampai 2025 mencapai Rp 2.384.000.000. Angka fantastis itu diduga tidak dibarengi realisasi dengan transparansi dan manfaat yang dirasakan siswa.

Hasil penelusuran menemukan 3 pos anggaran yang janggal dan perlu diusut tuntas. Yakni Administrasi Kegiatan Sekolah, Pengembangan Perpustakaan, dan Pemeliharaan Sarana Prasarana.

Pos anggaran Administrasi Kegiatan sekolah menjapai 1,2 milyar atau setara 52,6% dari total dana. Ini pos dengan penyerapan terbesar. Total Rp 1.255.020.400 digelontorkan selama 3 tahun.

Yang paling mencolok terjadi pada 2024. Dari total dana Rp 787.200.000, pos administrasi menyedot Rp 601.331.000 atau 76,4%. Padahal Juknis BOS 2024 membatasi pos ini maksimal 15%.

“Anggaran administrasi kok bisa sebesar itu? Yang tahu penggunaannya cuma bendahara dan kepala sekolah,” kata seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (30/7/2026).

Pos Pengembangan Perpustakaan total menyerap Rp 226.551.820 dalam 3 tahun. Rinciannya 2023 Rp 105,7 juta, 2024 Rp 20,8 juta, dan 2025 Rp 99,9 juta.

Namun menurut sumber, realisasi di lapangan tidak sesuai. “Anggarannya ratusan juta. Coba cek ke perpustakaan sekarang. Bukunya tidak nambah signifikan. Kami menduga banyak yang fiktif,” ungkapnya.

Untuk Pemeliharaan Sarana dan Prasarana, total dana yang keluar Rp 280.028.400.
Rinciannya 2023 Rp 114,7 juta, 2024 Rp 26 juta, dan 2025 Rp 139,2 juta.

“Di LPJ nilainya besar-besar. Tapi faktanya masih ada ruang kelas dan toilet yang rusak,” ujar sumber.

Selain masalah anggaran, tata kelola juga disorot. Seharusnya ada Tim BOS yang melibatkan komite dan orang tua.
“Faktanya di SMAN 2 Liwa itu tidak ada. Semua tertutup,” tegas sumber.

Sumber juga mendesak evaluasi terhadap bendahara BOS yang disebut sudah menjabat 14 tahun. “Kami minta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Bapak Gubernur segera turun tangan mengaudit,” pintanya.

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi ke pihak SMAN 2 Liwa masih diupayakan, mengingat nomor Wattshap awak media diblokir oleh Plt Kepala Sekolah SMAN 2 Liwa Lampung Barat.

Media ini tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak koreksi serta hak jawab seluas‑luasnya bagi semua pihak terkait. | Tim.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!